Penyebab Hujan Hampir 48 Jam Nonstop hingga Bikin Bangkok Darurat Banjir

Peristiwa

Indonesia Menyapa, Jakarta — Seluruh 50 distrik di Bangkok, Thailand, telah ditetapkan sebagai zona bencana usai hujan deras yang berlangsung hampir 48 jam memicu banjir luas. Banjir telah menyebabkan mengganggu lalu lintas dan aktivitas sehari-hari di ibu kota Thailand itu.

Dilansir Bangkok Post dan ABC, Minggu (27/9/2026), Gubernur Chadchart Sittipunt mengumumkan sekolah-sekolah akan diliburkan pada Senin (28/9) dan pegawai pemerintah diimbau tetap berada di rumah seiring upaya Bangkok mengurangi lalu lintas di jalan-jalan yang tergenang banjir.

Penetapan status bencana ini memungkinkan Pemerintah Metropolitan Bangkok (BMA), instansi pemerintah lainnya, dan pemerintah daerah untuk merespons secara lebih cepat dan sistematis di wilayah-wilayah yang terdampak. Langkah ini diambil saat hujan deras terus menyebabkan banjir dan masalah lalu lintas di beberapa bagian ibu kota.

Wilayah Bangkok bagian timur menjadi salah satu daerah yang paling parah terdampak. Selain Bangkok, Provinsi Pathum Thani juga menetapkan wilayah kotamadya Rangsit sebagai zona darurat bencana seiring hujan yang terus mengguyur hingga Sabtu (26/9) malam.

Peringatan melalui layanan ‘cell broadcast’ dikirimkan kepada warga Bangkok tak lama setelah pukul 09.00 pagi, yang menginformasikan ketinggian air di kanal-kanal telah mencapai tingkat kritis dan diperkirakan akan terus meningkat.

 

Apa penyebab hujan berdurasi panjang itu?

Departemen Meteorologi menyebut penyebab utama cuaca buruk ini adalah sistem tekanan rendah yang kuat yang meliputi wilayah Dataran Tengah bagian bawah, Bangkok, dan provinsi-provinsi sekitarnya. Angin muson barat daya di atas Laut Andaman, wilayah Selatan, dan Teluk Thailand juga dilaporkan semakin menguat.

Hujan deras diperkirakan akan terus berlanjut hingga hari ini di seluruh wilayah Thailand. September sendiri merupakan puncak musim hujan di Bangkok.

Departemen Drainase dan Saluran Pembuangan BMA mencatat curah hujan kali ini tercatat lebih tinggi dibandingkan biasanya. Bangkok mencatat curah hujan sebesar 487 mm antara tanggal 1 hingga 25 September, dibandingkan dengan rata-rata 269 mm pada periode yang sama antara tahun 1991 hingga 2020.

Ketinggian air mulai stabil menjelang tengah hari pada Sabtu (26/9) berkat stasiun pompa kota yang beroperasi dengan kapasitas penuh. Mesin memompa keluar air dengan total debit gabungan sebesar 1.200 meter kubik per detik.

“Jika hujan berhenti, diperkirakan butuh waktu 2-3 hari untuk mengalirkan air banjir hingga surut,” ujar Chadchart dalam pembaruan informasi pada pertengahan sore kemarin.

Dia juga meyakinkan masyarakat bencana banjir tahun 2011 tidak akan terulang dan ‘tidak perlu panik’ di tengah aksi warga yang bergegas membeli kebutuhan pokok sebagai antisipasi jika kondisi banjir memburuk. Saksi mata melaporkan sebuah gerai Makro di Ram Inthra dipadati pengunjung, hingga area parkirnya meluap sampai ke jalan raya.

Warga tampak memborong kebutuhan pokok seperti mi instan, air minum, dan ikan kaleng terlihat di setiap troli belanja. Sementara, Perdana Menteri Anutin Charnvirakul kembali lebih awal dari kunkernya ke London.

Dia harusnya memimpin rangkaian kegiatan promosi investasi. Namun, dia kembali lebih cepat memantau penanganan banjir.

Dalam arahannya kepada para pejabat melalui telekonferensi, dia menegaskan penanganan banjir harus mengintegrasikan pemantauan cuaca, mitigasi bencana, irigasi, dan transportasi ke dalam satu kerangka manajemen yang terpadu dan lancar. Di wilayah hulu Bangkok, tepatnya di Bendungan Chao Phraya di Provinsi Chai Nat, debit pelepasan air secara bertahap ditingkatkan dari 1.850 meter kubik per detik menjadi 1.950 meter kubik per detik.

Masyarakat yang tinggal di dataran rendah di sepanjang Sungai Chao Phraya atau hilir bendungan dan di sepanjang Sungai Noi diimbau untuk terus memantau ketinggian air serta pengumuman resmi, sekaligus bersiap menghadapi kemungkinan perubahan situasi. Banjir dengan tingkat keparahan yang bervariasi juga dilaporkan terjadi di 20 provinsi lainnya seperti Nakhon Ratchasima, Chanthaburi, Phetchabun, Chon Buri, Chachoengsao, Buri Ram, Surin, Sing Buri, Samut Prakan, Nakhon Sawan, Phichit, Rayong, Ang Thong, Chai Nat, Uthai Thani, Prachin Buri, Ayutthaya, Sa Kaeo, Phitsanulok, Suphan Buri, dan Nakhon Phanom.

 

Sumber: Penyebab Hujan Hampir 48 Jam Nonstop hingga Bikin Bangkok Darurat Banjir

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *