Indonesia Menyapa, Samarinda — Sejak tahun lalu Pemerintah Kota Samarinda terus mendorong pertumbuhan ekonomi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), khususnya di momen Ramadhan dan menjelang Idul Fitri.
Upaya tersebut diperkuat dengan Surat Edaran Nomor 500.2/0789/100.14 tentang Pengendalian Inflasi dalam Peningkatan Ekonomi UMKM yang mengatur kewajiban bagi pelaku usaha, pusat perbelanjaan, perhotelan, perbankan, hingga supermarket untuk menggunakan minimal 50 persen produk lokal dalam setiap penjualan dan pembelian parsel atau hampers Ramadhan dan Lebaran.
Kebijakan ini bertujuan untuk memastikan bahwa produk lokal Samarinda semakin memiliki pangsa pasar yang lebih luas, terutama di sektor perhotelan, ritel, dan perusahaan swasta lainnya.
Kepala Bidang Pemberdayaan Usaha Mikro, Dinas Koperasi, UKM dan Perindustrian (Diskumi) Samarinda, Mohammad Rizal, menjelaskan bahwa pihaknya tidak hanya mendorong penggunaan produk lokal, tetapi juga membantu pemasaran produk UMKM agar lebih terorganisir.
Saat ini, terdapat 550 UMKM yang dikelompokkan ke dalam lima kelompok besar, masing-masing beranggotakan sepuluh pelaku usaha.
“Jadi nanti produk-produknya dari mereka sendiri, dan untuk pemasarannya kami akan bantu ke retail, hotel, dan perbankan serta perusahaan swasta lainnya. Tujuannya jelas, yaitu meningkatkan perekonomian UMKM Kota Samarinda,” ujar Rizal.
Selain itu, Diskumi Samarinda juga mulai mengajarkan para pelaku UMKM untuk merancang hampers atau parsel yang menarik, sehingga dapat bersaing di pasar.
Ke depan, Diskumi akan membentuk Rumah Kemasan UMKM yang berfungsi sebagai pusat produksi dan pemasaran hampers lokal.
“Jadi ke depannya rumah parsel itu akan ada terus,” ujar Rizal.
Kepala Diskumi Samarinda, Jusmaramdhana Alus atau yang akrab disapa Yus, menegaskan bahwa pihaknya akan terus berkomitmen memfasilitasi pelaku usaha dalam mencari model pemasaran yang lebih inovatif.
Dalam enam bulan terakhir, produk UMKM Samarinda sudah mulai merambah pasar nasional, bahkan berhasil menembus pasar internasional.
“Kita juga sudah mengejar ketertinggalan dan bisa menerobos sampai keluar negeri seperti di Kuala Lumpur. Mudah-mudahan produk lokal kita bisa lebih terkenal lagi. Di Jakarta dan Yogyakarta produk kita juga sudah mulai dikenal,” ungkap Yus.
Ia optimistis bahwa dengan kebijakan ini, produk lokal Samarinda akan semakin dikenal luas.
“Makanya kami mengelompokkan mereka ke dalam beberapa cluster dan isinya memang kita upayakan semuanya produk lokal. Karena kita mau mengangkat UMKM kita sendiri, kami selaku Diskumi secara seratus persen akan berpihak kepada UMKM,” pungkas Yus.

