Kredit UMKM Tumbuh Signifikan, OJK Kediri Terus Dorong Inklusi Keuangan

UMKM

Indonesia Menyapa, Kediri — Kinerja industri jasa keuangan di wilayah kerja Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kediri pada Maret 2025 tercatat stabil dan menunjukkan pertumbuhan positif.

Salah satu sorotan utama adalah meningkatnya penyaluran kredit sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang mendominasi total kredit perbankan.

Kepala OJK KediriIsmirani Saputri menjelaskan bahwa sektor UMKM menyumbang sekitar 61,34 persen dari total penyaluran kredit perbankan yang mencapai Rp88,52 triliun.

“Ini membuktikan komitmen sektor perbankan dalam mendukung pelaku usaha kecil sebagai pilar utama perekonomian lokal,” katanya, Jumat (23/5/2025).

Ia menyebut, kegiatan edukasi dan inklusi keuangan serta perlindungan konsumen terus diperkuat.

Salah satunya melalui kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan guna meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap industri jasa keuangan.

Tak hanya melalui perbankan, pembiayaan UMKM juga ditopang oleh sektor Perusahaan Pembiayaan yang menunjukkan pertumbuhan piutang sebesar 9,02 persen (YoY) menjadi Rp7,01 triliun.

Sementara itu, piutang Perusahaan Modal Ventura tumbuh 9,69 persen dengan perbaikan signifikan pada rasio pembiayaan bermasalah.

“Kami apresiasi lembaga pembiayaan yang konsisten menyalurkan dana ke sektor produktif, termasuk ke UMKM pemula yang kerap kesulitan mengakses pinjaman dari bank konvensional,” tambah Ismirani.

OJK Kediri juga mencatat bahwa dana pihak ketiga (DPK) tumbuh sebesar 3,62 persen (YoY) menjadi Rp103,81 triliun, didominasi oleh tabungan dan deposito. Ini menjadi indikasi positif bahwa tingkat kepercayaan masyarakat terhadap sistem perbankan masih terjaga.

Di sektor pasar modal, jumlah investor ritel terus meningkat. Hingga Maret 2025, jumlah Single Investor Identification (SID) di wilayah Kediri mencapai 415.459, tumbuh 15,54 persen secara tahunan. Instrumen reksadana masih menjadi pilihan utama dengan kepemilikan mencapai 388.628 SID.

“Kami terus memperkuat edukasi literasi keuangan kepada masyarakat, termasuk generasi muda, agar mampu memilih instrumen keuangan yang legal, aman, dan sesuai dengan profil risiko mereka,” jelas Ismirani.

Selain itu, OJK Kediri juga mengawasi pertumbuhan Lembaga Keuangan Mikro (LKM) yang per Maret 2025 mencatatkan total aset sebesar Rp122,03 miliar. Sebanyak 15 LKM, baik konvensional maupun syariah, tercatat aktif menyalurkan pembiayaan kepada pelaku usaha ultra mikro di pelosok daerah.

“Kinerja yang positif ini harus dijaga dengan memperkuat tata kelola, kolaborasi lintas sektor, dan tentunya menjaga prinsip kehati-hatian dalam penyaluran kredit. Tujuannya agar stabilitas industri jasa keuangan tetap terjaga dan UMKM terus tumbuh berkelanjutan,” pungkas Ismirani.

 

Sumber: Kredit UMKM Tumbuh Signifikan, OJK Kediri Terus Dorong Inklusi Keuangan – Tribunmataraman.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *