Indonesia Menyapa, Jember — Pemerintah pusat terus mendorong pengembangan UMKM daerah melalui pendekatan kolaboratif lintas sektor. Kabupaten Jember menjadi salah satu wilayah yang masuk dalam radar pendampingan program Kolaborasi Naikklaskan UMKM, sebuah strategi nasional untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing pelaku UMKM secara berkelanjutan.
Hal tersebut disampaikan langung oleh Wakil Menteri Kementrian UMKM Helvi Yuni Moraza dalam acara pembukaan Festival Egrang XIII Tanoker Ledokombo Sabtu (27/7/2025).
“Kami sudah mulai mendata daerah-daerah prioritas, dan Jember salah satunya. Kami akan bantu memperkuat UMKM melalui kolaborasi BUMD, perguruan tinggi, pembiayaan, perizinan, hingga pasar. Bahkan hari ini saya membawa investor untuk ekosistem pertanian Jember,” ujar Helvi
Menurutnya, setelah pemisahan UMKM dari koperasi, kini tersedia dua jalur penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah koperasi seperti Koperasi Merah Putih dan penguatan UMKM melalui sinergi multipihak. Kedua jalur tersebut diharapkan dapat berjalan secara paralel untuk memberikan dampak signifikan terhadap pendapatan masyarakat.
Program Kolaborasi Naik kelaskan UMKM disebut melibatkan berbagai elemen, mulai dari akademisi, pemerintah daerah, pelaku usaha, hingga lembaga pembiayaan dan perizinan. Tidak hanya pendampingan teknis, program ini juga memperhatikan keberlanjutan akses pasar bagi produk-produk lokal.
“Naik kelas UMKM itu tidak bisa jalan sendiri. Dibutuhkan keterlibatan semua pihak, karena itu kolaborasi menjadi kunci. Kita tidak bisa hanya membina, tapi harus membuka jalan akses pasar dan pembiayaan yang nyata,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyoroti potensi besar Jember di sektor ekonomi kreatif seperti giat Tanoker yang berkenaan dengan egrang berbahan dasar bambu yang bisa dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi baru berbasis UMKM yang berbahan dasar bambu.
Salah satu skema yang ditawarkan adalah kemitraan antara korporasi dan petani lokal, sehingga pertanian rakyat bisa dibina dan ditingkatkan menjadi unit usaha mandiri.
Terkait investasi, meski tidak memiliki kewenangan langsung, ia berjanji akan menghubungkan kebutuhan daerah dengan Kementerian Investasi sebagai bagian dari upaya mempercepat pembangunan ekonomi daerah.
“Saya akan ajak Kementerian Investasi. Karena memang tugas kami di kementerian adalah fokus mendampingi persoalan dari bawah. Dan Jember ini punya potensi besar yang tidak boleh dilewatkan,” tutupnya.
Sumber: RRI.co.id – Kolaborasi UMKM Naik Kelas, Jember Masuk Pengembangan Nasional

