Indonesia Menyapa, Jakarta — Fanny Fadillah mengungkap fase sulit dalam hidupnya yang terjadi pada 2021. Ia menghadapi masalah ekonomi, perceraian dengan Theresia Novita Elvira Pangerapan, serta kehilangan sang ibu dalam waktu berdekatan.
Dalam sebuah kesempatan di Studio Trans TV, Mampang, Jakarta Selatan, Fanny menyebut periode tersebut sebagai titik terendah dalam hidupnya.
“Ya, bisa dibilang seperti itu ya. Selain memang masalah rumah tangga, kehilangan ibu juga menghadap Tuhan Yang Maha Esa. Belum apalagi… besok mau dimakamkan, malamnya anak gue harus masuk rumah sakit. Mau nggak mau dia nggak bisa ikut ke pemakaman karena memang harus diopname, dia kena DB waktu itu kan. Keluar dari bertubi-tubi dalam waktu yang sama, berdekatan,” kata Fanny Fadillah.
Ia tidak hanya berduka atas kepergian ibunya, tetapi juga harus menghadapi kondisi anaknya yang sakit di waktu yang hampir bersamaan. Situasi itu menguji emosional dan mentalnya dalam waktu singkat.
Meski demikian, Fanny menyebut anak-anaknya sebagai sumber kekuatan utama untuk bangkit.
“Ya anak juga. Anak-anak ngasih lihat mereka bisa nerima kok dengan segala keadaan yang sekarang seperti ini. Nggak ada ininya, nggak ada apa… yang membuat harus mereka malu untuk bergaul, atau minder apa segala macam. Enggak ada, semangat, semangat mereka untuk ngejar pendidikan…” ujarnya.
Ia juga melihat ketegaran anak-anaknya dalam menghadapi perubahan hidup yang cukup drastis. Hal itu justru memotivasinya untuk tetap kuat sebagai seorang ayah.
“Juga yang lain-lainnya nggak ada terlihat ya yang down lah. Ya itulah yang bikin saya juga jadi, ‘Oh gila, anak gue aja sekuat ini masa gue sebagai bapak nggak boleh…’ Dia juga nggak boleh menunjukkan kelemahan atau gimana ke anak. Anak aja bisa, gua harus kuat juga. Jadi saling menguatkan,” bebernya.
Perubahan gaya hidup pun terjadi. Jika sebelumnya anak-anak diantar dengan mobil, kini mereka terbiasa menggunakan sepeda motor. Fanny menyebut anak-anaknya tidak mengeluh dengan kondisi tersebut.
“Bahkan beberapa hari yang lalu, tau sendiri kan cuaca lagi panas hujan panas hujan. Pagi mau nganter yang kecil bawa berangkat tiba-tiba hujan. Ya hujannya memang nggak terlalu deras tapi juga nggak kecil. Terus saya bilang sama dia, ‘Dedek, Daddy punya uang. Udah kamu naik ini aja kita naik taksi online, dari sana Daddy pulang dari kantor.’ ‘Nggak usah.’ ‘Kenapa? Kan di motor ada jas hujan. Pakai jas hujan aja, uangnya simpen.’ Hal semacam itu yang bikin… oke, ini jadi pelajaran juga buat dia biar dia bisa kuat,” ungkapnya.
Di balik ketegaran itu, Fanny mengaku tetap merasakan kesedihan sebagai orang tua. Ia terus berdoa demi masa depan anak-anaknya.
“Ya pastilah, pasti. Pasti di dalam ini tuh ya ini pada akhirnya banyakin berdoa, minta diberikan kesehatan, minta diberikan rezeki, diberikan solusi supaya bisa menjaga anak-anak ini, biar saya bisa mendidik dan membimbing dia jadi orang yang…” pungkas Fanny.
Sumber: Fanny Fadillah Cerita Titik Terendah, Kehilangan hingga Perubahan Gaya Hidup

