Indonesia Menyapa, Samarinda — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur membuka jalan seluas-luasnya bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah sektor produk herbal menembus pasar Eropa.
“Peluang ekspor produk kesehatan alami menuju kawasan Eropa, khususnya negara Swiss, terbuka sangat lebar seiring tingginya permintaan pasar global,” kata Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kaltim Heni Purwaningsih di Samarinda, Sabtu.
Beberapa produk herbal Kaltim yang berpotensi menembus pasar Eropa, yakni olahan akar bajakah, bawang tiwai, pasak bumi, daun tahongai, hingga produk olahan kenanga.
Heni menjelaskan bahwa nilai impor produk kesehatan di Swiss mencapai angka 51,20 miliar dolar AS dengan harga rata-rata mencapai 609 dolar AS per kilogram.
Potensi nilai ekonomi tersebut menjadi pijakan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dalam memfasilitasi daya saing komoditas herbal lokal.
“Lonjakan nilai impor yang naik hingga tiga kali lipat ini merupakan peluang bagi UMKM daerah untuk mengisi porsi pasar premium,” ujar Heni.
Dinas Perindagkop dan UKM Kaltim mengintensifkan program pendampingan teknis serta literasi legalitas ekspor guna membantu para pelaku usaha memenuhi standar internasional.
Pemenuhan standar Good Manufacturing Practice rantai manufaktur serta perizinan otoritas Swissmedic menjadi kualifikasi wajib yang harus dipenuhi oleh para pelaku UMKM.
“Kemasan produk herbal ekspor juga dipersyaratkan mencantumkan detail komposisi, dosis, dan nomor batch menggunakan pilihan bahasa resmi setempat,” tutur Heni.
Selain pemenuhan standar mutu manufaktur, Dinas Perindagkop dan UKM Kaltim turut mendorong kepemilikan sertifikasi halal sebagai nilai tambah penetrasi pasar konsumen Eropa.
Pemerintah provinsi menyediakan fasilitas pendampingan melalui optimalisasi fungsi layanan Export Center Balikpapan serta pemanfaatan platform digital InaExport.
“Melalui platform InaExport milik Kementerian Perdagangan, pelaku usaha dapat memetakan riset pasar sekaligus memperluas jaringan jejaring buyer global,” kata Heni.
Langkah perambahan pasar internasional ini diharapkan pihaknya bisa meningkatkan nilai tambah hasil hutan bukan kayu sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi daerah.
Menurut pihaknya, pengembangan industri herbal berkelanjutan berbasis kearifan lokal Kalimantan Timur menjadi salah satu penopang pertumbuhan ekonomi non-migas.
“Kami optimistis kombinasi kualitas produk unggulan dan legalitas yang lengkap akan membawa produk herbal Kaltim semakin mendunia,” ujar Heni.
Sumber: UMKM herbal Kaltim disiapkan untuk merambah pasar Eropa – ANTARA News Kalimantan Timur

