WFH 1 Kali Sepekan, Bagaimana Nasib Ojol dan UMKM?

UMKM

Indonesia Menyapa, Jakarta — Pemerintah berencana menerapkan work from home satu hari dalam sepekan (WFH-1) bagi aparatur sipil negara (ASN) dan pekerja swasta. Kebijakan tersebut dinilai bisa menekan penghasilan ojek online (ojol) hingga UMKM.

Kebijakan ini sebelumnya dirancang pemerintah sebagai upaya menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) di tengah lonjakan harga minyak dunia akibat memanasnya konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel, yang bahkan mendorong harga minyak menembus di atas US$ 100 per barel.

Pengamat ekonomi energi dari Universitas Gadjah Mada, Fahmy Radhi, mengingatkan rencana WFH tersebut. Meskipun secara teori WFH-1 dapat mengurangi konsumsi BBM, implementasinya tidak mudah dan berisiko menimbulkan dampak lanjutan pada sektor lain.

“WFH-1 berpotensi menurunkan pendapatan sektor transportasi, termasuk ojek online, serta pelaku usaha kecil seperti warung makan yang selama ini bergantung pada aktivitas pekerja,” ujar Fahmy dalam catatan yang dibagikan, Minggu (22/3/2026).

Selain itu, ia menilai kebijakan tersebut juga bisa mengganggu produktivitas, terutama bagi pekerja di sektor manufaktur yang tidak sepenuhnya bisa menerapkan sistem kerja jarak jauh.

Menurut Fahmy, efektivitas WFH-1 dalam menghemat BBM juga masih dipertanyakan. Tanpa adanya faktor pendorong kuat seperti pada masa pandemi Covid-19, ia menilai kepatuhan masyarakat terhadap kebijakan ini akan sulit dijaga.

“Bisa saja pekerja tidak benar-benar bekerja dari rumah, tetapi justru bekerja dari tempat lain (work from anywhere/WFA) atau bahkan bepergian, sehingga konsumsi BBM tidak berkurang signifikan,” jelasnya.

Pada sisi lain, pemerintah memperkirakan kebijakan WFH-1 dapat menghemat konsumsi BBM hingga 20%. Namun, Fahmy menekankan bahwa potensi penghematan tersebut harus dikaji secara menyeluruh dengan mempertimbangkan dampak ekonomi yang lebih luas.

Ia pun meminta pemerintah menghitung secara cermat perbandingan antara manfaat penghematan subsidi BBM dengan biaya ekonomi yang mungkin timbul.

“Jangan sampai penghematan subsidi BBM tercapai, tetapi sektor lain justru menanggung beban yang lebih besar,” pungkasnya.

 

Sumber: WFH 1 Kali Sepekan, Bagaimana Nasib Ojol dan UMKM?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *