Indonesia Menyapa, Kota Bogor — Sebanyak 88 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terpilih mengikuti Program UMKM Naik Kelas Kota Bogor 2026 yang resmi dimulai melalui kegiatan kick off di Paseban Sri Baduga, Balai Kota Bogor, Jawa Barat.
Koordinator Daerah Program UMKM Naik Kelas Kota Bogor Natali di Bogor, Sabtu, mengatakan peserta yang mengikuti program tersebut telah terseleksi dari ratusan pendaftar yang masuk dari berbagai sektor usaha.
“Kegiatan kick off dibuka langsung oleh Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim pada Selasa (26/5) dan diikuti 88 peserta UMKM yang terpilih,” katanya.
Natali menjelaskan selama program berlangsung peserta akan mendapatkan pendampingan selama empat bulan. Program tersebut didampingi oleh tim pendamping yang terdiri atas Abu Ubaidah dan Rosalina Anggraeni.
Pada pembukaan program, Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menekankan pentingnya menjaga higienitas produk UMKM, terutama untuk produk makanan dan minuman yang saat ini semakin diminati masyarakat.
Menurut Dedie, pelaku UMKM juga perlu memperhatikan tren konsumsi masyarakat yang mengarah pada produk rendah gula guna mendukung pola hidup sehat.
“Karena salah satunya penyakit yang banyak dihadapi masyarakat adalah diabetes, penyakit jantung dan lainnya,” ujar Dedie.
Ia berharap pelaku UMKM di Kota Bogor dapat terus berkembang dan naik kelas sehingga mampu menembus pasar yang lebih luas, termasuk pasar internasional.
Dedie juga mendorong pemerintah untuk terus memperkuat dukungan terhadap UMKM melalui pengembangan sentra-sentra usaha di daerah serta program yang membantu pelaku usaha meningkatkan daya saing produk.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perdagangan dan Perindustrian Kota Bogor Rahmat Hidayat mengatakan UMKM memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan ekonomi, terutama saat terjadi krisis.
“Keberadaan UMKM harus terus didukung karena menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat,” katanya.
Kepala Bidang Pengembangan Usaha Kecil Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat Moch. Danny Fulton menambahkan pelaku UMKM perlu membangun jejaring usaha yang kuat serta terus meningkatkan kapasitas diri untuk mengembangkan usaha.
“UMKM harus bangga bergabung ke program ini karena akan didampingi untuk bertumbuh,” katanya.
Setelah pembukaan, peserta mengikuti sesi temu wicara bersama pelaku usaha sukses asal Kota Bogor, yakni pemilik Rafita’s Cake Noor Rafita dan pemilik Somay Abah Uki Anie Irawan.
Dalam sesi tersebut, para narasumber berbagi pengalaman membangun usaha, strategi mengembangkan bisnis, pemanfaatan teknologi digital, hingga kiat memperluas pasar.
Natali berharap kegiatan kick off dapat meningkatkan motivasi peserta untuk mengikuti seluruh rangkaian pendampingan hingga program berakhir.
“Semoga kick off ini menambah semangat peserta untuk konsisten mengikuti pendampingan UMKM Naik Kelas Kota Bogor selama empat bulan ke depan,” katanya.
Program tersebut juga didukung oleh kerja sama dengan Bank BNI untuk fasilitasi pembukaan rekening dan layanan QRIS bagi UMKM, serta BPJS Ketenagakerjaan Kota Bogor guna memperluas perlindungan tenaga kerja sektor usaha mikro dan kecil. Selain itu, kegiatan mendapat dukungan dari Summit dan Kopi Oplet.
Sumber: UMKM Naik Kelas Kota Bogor 2026 diikuti 88 pelaku usaha – ANTARA News Megapolitan

