UMKM Jadi Motor Pemberdayaan Ekonomi, Pemerintah Perkuat Digitalisasi & KUR

UMKM

Indonesia Menyapa, Jakarta — Di tengah tantangan global, UMKM berperan penting dalam menjaga daya beli masyarakat, menciptakan lapangan kerja, dan menggerakkan ekonomi hingga ke tingkat lokal.

Pemerintah terus memperkuat komitmennya dalam mendorong pemerataan dan ketahanan ekonomi nasional melalui penguatan sektor UMKM dan ekonomi kerakyatan.

Kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan komunitas dinilai menjadi fondasi penting dalam menjaga pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di tengah dinamika perekonomian global.

“Bapak-Ibu ini adalah penunjang perekonomian nasional, dan Anda-Anda ini adalah pahlawan ekonomi nasional. Indonesia ekonominya resilience karena adanya Bapak-Ibu yang ada di ruangan ini,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto di Pesta Retail 2026 Sampoerna Retail Community (SRC) di Kabupaten Bogor, Senin (26/1/1026).

Airlangga mengapresiasi konsistensi selama 18 tahun membangun ekosistem pemberdayaan UMKM melalui SRC.

Dengan jumlah mitra yang telah mencapai 250.000 toko, SRC dinilai sebagai ekosistem yang berkelanjutan, di mana kepemilikan usaha sepenuhnya berada di tangan UMKM dan tidak dimiliki oleh konglomerasi, dengan dukungan platform yang mendorong toko rakyat bertransformasi menjadi pasar modern.

Menurutnya, kekuatan ekosistem SRC juga tercermin dari besarnya jumlah wirausaha yang terlibat serta tingginya tingkat adopsi digital.

Hampir seluruh mitra SRC telah memanfaatkan platform digital, termasuk sistem pembayaran non-tunai melalui QRIS. Hal tersebut menunjukkan kesiapan UMKM Indonesia dalam beradaptasi dengan transformasi ekonomi digital.

Dalam mendukung transformasi tersebut, sekitar 25 juta UMKM telah terintegrasi ke dalam ekosistem digital, dengan transaksi QRIS tumbuh 139,99 persen (yoy) pada Kuartal IV-2025 dan didominasi oleh pelaku UMKM.

Airlangga menyebutkan, digitalisasi menjadi kunci peningkatan efisiensi dan daya saing usaha kecil.

Menurutnya, pemerintah juga mendukung pengembangan startup digital yang dipersiapkan di 15 daerah dengan fasilitasi ruang dan sarana perkantoran, baik yang berbasis gedung perkantoran maupun pusat perbelanjaan.

Selain digitalisasi, Pemerintah juga terus memperkuat akses pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Pada tahun 2026, KUR diarahkan semakin fleksibel dengan target plafon hingga Rp295 triliun, suku bunga 6% per tahun, serta peningkatan porsi penyaluran ke sektor produksi guna mendorong UMKM tumbuh dan naik kelas.

Selain itu, kontribusi warung anggota SRC terhadap perekonomian nasional sangat signifikan, dengan total omzet mencapai sekitar Rp236 triliun per tahun atau setara 11,3?ri PDB ritel nasional.

Ekosistem SRC yang menyerap sekitar 1 juta tenaga kerja dinilai memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus menopang penghidupan jutaan keluarga di berbagai daerah.

“Kita beri tepuk tangan kepada manajemen SRC karena ini adalah bentuk pemerataan yang konkret. SRC tidak dimiliki oleh satu atau dua keluarga konglomerat, tetapi dimiliki oleh pengusaha-pengusaha UMKM,” kata Airlangga.

 

Sumber: UMKM Jadi Motor Pemberdayaan Ekonomi, Pemerintah Perkuat Digitalisasi & KUR – TribunNews.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *