Somalia Chaos usai Presiden Umumkan Perpanjang Masa Jabatan

Peristiwa

Indonesia Menyapa, Jakarta — Baku tembak hebat terjadi di ibu kota Somalia, Mogadishu, pada Rabu (3/6) usai Presiden Hassan Sheikh Mohamud secara sepihak mengumumkan memperpanjang masa jabatannya selama satu tahun.

AFP melaporkan Mogadishu chaos usai warga dan oposisi menolak keputusan Mohamud memperpanjang masa jabatan. Masa jabatan Mohamud mestinya berakhir pada 15 Mei. Namun, ia menambah periode jabatannya karena berupaya menggantikan sistem berbasis tetua klan yang selama ini dianut.

Mantan Perdana Menteri Hassan Ali Khaire mengatakan dirinya diserang oleh pasukan pemerintah menjelang rencana demonstrasi masyarakat pada Kamis (4/6).

“Serangan dilancarkan terhadap kami oleh pasukan yang dipimpin presiden yang masa jabatannya telah berakhir,” kata Khaire dalam unggahan di media sosial.

Jurnalis AFP di lokasi menyaksikan warga yang panik di distrik Howl Wadaag, dengan suara tembakan keras terdengar menyertai.

Para saksi mata mengatakan kepada AFP bahwa pasukan oposisi bersenjata terlibat bentrokan dengan polisi Somalia.

“Aksi penembakan berlangsung sekitar 15 menit sebelum mereda. Mereka bahkan menggunakan RPG (granat berpeluncur roket), dan suara ledakan terdengar hingga ke lingkungan sekitar,” kata seorang saksi, Saleban Mahad.

Menurut saksi mata, suara tembakan juga terdengar di dekat kediaman mantan presiden Sharif Sheikh Ahmed.

Pemerintah telah mengutuk kerusuhan ini dengan menyebutnya “insiden yang disayangkan”. Pemerintah menyalahkan milisi oposisi bersenjata sebagai dalang kekerasan, dan menuding Khaire yang mengorganisirnya.

Pemilu demokratis

Mohamud berupaya mengarahkan Somalia menuju pemilihan umum (pemilu) demokratis, menggantikan sistem yang berbasis tetua klan.

Mohamud berpendapat ia diberi tambahan satu tahun masa jabatan karena konstitusi baru disahkan oleh parlemen pada Maret lalu yang menetapkan kerangka kerja untuk pemilu.

Namun, Somalia merupakan negara yang terbelah oleh banyak klan. Sebagian besar wilayah berada di bawah kendali Al Shabaab, sebuah kelompok pemberontak Islamis terkait Al Qaeda.

Pihak oposisi dan para pemimpin daerah sangat menentang rencana Mohamud lantaran menganggap hal tersebut upaya memusatkan kekuasaan.

 

Sumber: Somalia Chaos usai Presiden Umumkan Perpanjang Masa Jabatan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *