Indonesia Menyapa, Tangerang — Indonesia digital marketing confrence 2026 dengan program affiliate dapat mendongkrak UMKM nasional sekitar 30 persen. Pasalnya, pada era daring ini menjadi jurus jitu dalam meningkatkan ekonomi kemasyarakatan.
“Perkembangan affiliate marketing di Indonesia terus menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir. Banyak perusahaan, brand, hingga pelaku UMKM mulai menjadikan program afiliasi sebagai salah satu strategi utama untuk meningkatkan penjualan,” ujar mentor affiliate marketing, Yosep Abas dalam launching bukunya di ICE BSD, Tangerang, Kamis, 4 Juni 2026.
Meski demikian, lanjutnya, keberhasilan merekrut banyak affiliate tidak selalu sejalan dengan pertumbuhan omzet yang signifikan. Fenomena yang sering terjadi adalah merk mampu menggaet ratusan bahkan ribuan affiliator, namun sebagian besar tidak aktif dalam jangka panjang.
Tanpa sistem yang terstruktur mulai dari proses onboarding, komunikasi, pemberian insentif, hingga pengelolaan komunitas. Para affiliate cenderung tidak konsisten membuat konten atau bahkan beralih mempromosikan produk lain yang dianggap lebih menarik.
“Jadi penjualan yang menggunakan afiliator itu naik omzet 30 persen. Hal tersebut terjadi pula pada produk UMKM,” kata dia.
Melihat kondisi tersebut, Yosef, dalam ekosistem digital saat ini, affiliate marketing menjadi salah satu kanal penjualan yang semakin diminati. Kehadirannya melengkapi berbagai strategi pemasaran lain seperti marketplace, iklan digital, live shopping, hingga konten video pendek.
Tepisah, Wakil Ketua Umum Bidang Komunikasi dan Digital Kadin Indonesia, Clarissa Tanoesoedibjo mengaku menargetkan 500 pelaku UMKM mengikuti program pelatihan digital tahap awal hasil kolaborasi dengan Google Indonesia Indonesia. Program ini menjadi langkah konkret untuk memperkuat kemampuan digital UMKM agar lebih kompetitif lewat fitur YouTube Shopping Affiliate.
Clarissa menyatakan pelatihan berfokus pada peningkatan kapasitas digital, literasi konten kreatif, serta pemanfaatan AI tools dan data analitik untuk mendorong efisiensi bisnis. “Pada tahun pertama kami menargetkan sekitar 500 UMKM,” ucapnya.
Sumber: Program Affiliate Dongkrak 30 Persen UMKM Nasional – RRI.co.id

