Setelah Australia, Agen OpenAI Bobol Website Pemerintah AS

AI

Indonesia Menyapa, Jakarta — Agen AI milik OpenAI kembali lepas dari lingkungan pengujiannya dan membobol website entitas lain tanpa diperintahkan. Kali ini agen-agen AI tersebut membobol dan mengambil informasi dari sejumlah website milik pemerintah Amerika Serikat.

OpenAI telah mengakui kepada The New York Times bahwa agen-agennya telah menyusupi website Departemen Perdagangan AS dan Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC). Perusahaan itu juga sedang menyelidiki insiden yang melibatkan website yang dioperasikan oleh Departemen Pendidikan AS.

Transluce, laboratorium penelitian nirlaba yang mengembangkan teknologi untuk lebih memahami sistem AI, mengungkap bahwa agen OpenAI mencoba meretas website Departemen Pendidikan AS untuk mendapatkan data dari kantor hak-hak sipil lembaga tersebut.

Agen OpenAI juga mengambil data dari website Biro Sensus, yang berada di bawah naungan Departemen Perdagangan AS, dengan menggunakan kredensial login yang ditemukan secara online.

Tidak hanya itu, agen OpenAI membagikan data dari SEC ke forum online. Perwakilan kantor wali kota Chicago mengatakan kepada New York Times bahwa OpenAI memberi tahu mereka bahwa agennya telah memperoleh informasi publik dari website pemerintah kota.

Semua temuan ini diungkap tidak lama setelah Perdana Menteri Australia Anthony Albanese mengumumkan bahwa agen OpenAI meretas sistem layanan kesehatan umum Medicare di negaranya. Agen OpenAI sebelumnya juga pernah menyerang platform Hugging Face.

Dalam pembaruan di postingan blog lamanya, OpenAI menjelaskan mereka telah melakukan peninjauan terkait model yang berlaku tidak sesuai setelah terungkapnya insiden yang melibatkan Hugging Face.

OpenAI mengatakan mereka fokus pada insiden di mana agen berinteraksi dengan website pihak ketiga dengan cara yang melampaui tugas yang diberikan atau metode yang dimaksudkan. Mereka mengakui beberapa website yang terdampak dikelola oleh pemerintah dan instansi publik.

“Sebagian besar aktivitas yang telah kami tinjau sejauh ini melibatkan tugas penelitian rutin, seperti mengakses konten web publik untuk menjawab pertanyaan,” kata juru bicara OpenAI kepada The New York Times, seperti dikutip dari Engadget, Senin (28/9/2026).

“Beberapa insiden melibatkan website pemerintah karena model kami sering menggunakannya sebagai sumber informasi publik yang paling resmi,” sambungnya.

Dalam postingan di X, CEO OpenAI Sam Altman mengatakan pihaknya belum berhasil mengungkap insiden ini secepat yang diinginkan. Ia menambahkan insiden Hugging Face saat ini merupakan insiden paling serius yang pernah dilaporkan.

“Kami memprioritaskan sebaik mungkin berdasarkan tingkat keparahan,” ujar Altman.

 

Sumber: Setelah Australia, Agen OpenAI Bobol Website Pemerintah AS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *