Retret Kabinet, Prabowo Bicara Soal Swasembada Beras, Program MBG hingga Pihak yang Nyinyir

Peristiwa

Indonesia Menyapa, Jakarta — Presiden Prabowo Subianto menggelar retret Kabinet Merah Putih di kediaman pribadinya, Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/1/2026). Prabowo menggelar retret didampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming.

Presiden dan Wapres kompak mengenakan pakaian safari cokelat lengan panjang. Begitu juga dengan para menteri Kabinet Merah Putih dan kepala lembaga, terkecuali Kapolri, Panglima TNI, dan Kepala Staf Angkatan yang mengenakan seragam.

Tiba di lokasi, Presiden langsung menyalami para pembantunya tersebut satu per satu, mulai dari menteri koordinator, menteri, wakil menteri, hingga kepala lembaga.

Presiden dan Wapres kemudian berkeliling menghampiri meja para pejabat satu per satu yang berbentuk huruf U.

Setelah bersalaman, Presiden mengawali dengan ucapan terima kasih kepada para anggota kabinetnya yang telah bekerja selama tahun 2025.

“Saudara-saudara telah bekerja dengan penuh inisiatif, dengan penuh pemahaman dan keberanian, karena saudara-saudara mengambil keputusan dan inisiatif. Itu membutuhkan keberanian. Yang paling aman, paling gampang adalah tidak berbuat apa-apa atau menunggu petunjuk. Tetapi pemimpin sejati, pemimpin sebenarnya, adalah mereka yang memahami strategi besar, memahami tujuan, dan memahami direktif pemimpin,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden menekankan sejumlah capaian pemerintah, salah satunya di bidang pangan.

Menurut Presiden, Indonesia harus menjadi negara yang mandiri, terutama di sektor pangan. Prabowo mengatakan tidak ada negara yang merdeka tanpa bisa menjamin makan untuk rakyatnya. Tidak hanya beras, swasembada juga harus terwujud pada komoditas lain, terutama yang mengandung karbohidrat dan protein.

“Tapi yang dikatakan swasembada pangan adalah tidak hanya beras. Beras, jagung, singkong, dan yang lain-lain. Swasembada pangan artinya adalah karbohidrat dan protein. Kita harus swasembada protein,” katanya.

Tidak hanya pangan, swasembada juga harus terwujud dalam sektor energi. Apabila Indonesia masih bergantung dengan negara lain dalam sektor energi, maka Indonesia tidak akan menjadi bangsa yang makmur.

“Tidak mungkin kita lepas dari kemiskinan,” katanya.

Menurut Presiden, strategi pemerintah yang ia pimpin untuk mewujudkan kemandirian di sektor energi dan pangan ternyata sesuai dengan kondisi dunia yang sangat dinamis. Kemandirian pangan dan energi sangat penting ketika di banyak kawasan terjadi konflik.

Presiden mencontohkan Thailand dan Kamboja yang merupakan negara pengekspor beras ke Indonesia.

Saat ini, ketika kedua negara tersebut sedang berperang, pasokan beras berpotensi terancam. Begitu juga dengan komoditas dari India dan Thailand yang saat ini tengah berkonflik.

Selain itu, kemandirian pangan juga menjadi penting saat terjadi pandemi seperti Covid-19 beberapa tahun lalu. Meskipun memiliki uang, Indonesia tidak bisa mengimpor beras karena negara-negara lain memprioritaskan kebutuhan dalam negeri mereka.

“Jadi saudara-saudara, pangan dan energi harus kita mandiri, harus kita mandiri,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden mengapresiasi capaian pemerintah yang berhasil mewujudkan swasembada pangan. Target swasembada yang seharusnya dicapai dalam empat tahun ternyata dapat terwujud dalam waktu satu tahun.

“Alhamdulillah, target yang saya berikan kepada tim pangan, yang saya berikan pada awal pemerintahan yang saya pimpin, adalah empat tahun untuk swasembada pangan. Alhamdulillah, 31 Desember 2025 pukul 24.00, kita bisa dengan resmi mengatakan bahwa pada tahun 2025 Republik Indonesia swasembada beras,” katanya.

Selain swasembada pangan, Indonesia juga, kata Presiden, telah meningkatkan cadangan beras nasional. Stok beras yang ada di gudang-gudang pemerintah saat ini merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah.

“Saya merasa besar hati dan bangga bahwa hari ini cadangan beras kita di gudang-gudang pemerintah Indonesia adalah yang tertinggi selama sejarah berdirinya Republik Indonesia,” kata Presiden.

Menurut Presiden, cadangan beras Indonesia sebelumnya pernah mencapai 2 juta ton. Namun, saat ini cadangan beras telah mencapai lebih dari 3 juta ton.

“Hari ini, cadangan beras kita di gudang pemerintah lebih dari 3 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah Republik Indonesia,” katanya.

Program MBG

Pada retret tersebut, Presiden juga menyampaikan mengenai program prioritas Makan Bergizi Gratis (MBG). Program tersebut saat ini telah menyasar 55 juta penerima manfaat.

“Sebanyak 55 juta anak-anak Indonesia menerima makan tiap hari, termasuk ibu-ibu hamil,” katanya.

Capaian tersebut, kata Presiden, sangat membanggakan. Pasalnya, negara lain seperti Brasil yang memiliki program serupa membutuhkan waktu 11 tahun untuk mencapai 40 juta penerima manfaat.

Presiden tidak menampik bahwa masih terdapat kekurangan dalam pelaksanaan program tersebut. Dalam setiap usaha yang dilakukan manusia pasti ada kekurangan. Namun, berdasarkan data yang dimiliki, tingkat keberhasilan program mencapai 99,9 persen.

“Jadi tentunya kita harapkan zero defect. Itu yang harus kita capai. Kita tidak puas dengan kekurangan 0,00 sekian. Itu pun bagi kita adalah sesuatu yang harus kita atasi. Dan alhamdulillah kita sudah mengatasi dan terus mengatasinya, langkah demi langkah, pengawasan demi pengawasan, serta langkah-langkah pengamanan yang terus kita lakukan,” katanya.

Pemerintah, kata Presiden Prabowo, telah berhasil membuktikan mampu menjalankan program MBG yang sempat diragukan banyak pakar. Program tersebut kini sangat dinantikan oleh anak-anak di berbagai daerah.

“Kita buktikan. Saya sangat yakin. Walaupun begitu banyak pakar yang mengejek saya dan tim saya, menyinyir. Mereka mengatakan MBG pasti gagal. Tapi kita buktikan kepada mereka, MBG berhasil. MBG dinantikan oleh semua rakyat,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Presiden juga menyampaikan keheranannya terhadap pihak-pihak yang tidak tergerak hatinya melihat kebutuhan gizi anak-anak Indonesia. Padahal, berdasarkan kajian, rata-rata satu dari lima anak Indonesia mengalami kekurangan gizi.

Angka tersebut setara dengan 20 persen, bahkan mencapai 30 persen di beberapa daerah. Banyak anak yang tubuhnya sangat lemah sehingga tumbuh tidak normal. Selain itu, puluhan juta anak Indonesia juga berangkat ke sekolah tanpa makan pagi dan hanya makan nasi dengan daun.

“Saya tidak paham manusia macam apa yang tidak tergerak hatinya melihat anak-anak seperti itu. Saya tidak paham. Hei orang-orang pintar, hei orang-orang pintar yang mengejek, lihatlah dengan mata dan hati kalian rakyat kita, anak-anak itu. Saudara-saudara, percayalah kita berada di jalan yang benar. Di jalan membela keadilan, di jalan memberantas kemiskinan, di jalan menghilangkan kelaparan,” katanya.

Oleh karena itu, menurut Presiden, pemerintahan yang ia pimpin saat ini telah berada di jalan yang benar. Ia meminta para menteri dan kepala lembaga tidak takut dicaci dalam menjalankan program kerja.

“Saudara-saudara, percaya kita berada di jalan yang benar, di jalan membela keadilan, di jalan memberantas kemiskinan, di jalan menghilangkan kelaparan. Kita berada di jalan yang bersih dan suci, jalan yang diridai oleh Tuhan Yang Maha Kuasa,” kata Prabowo.

Menurut Presiden, selama memiliki niat baik dan tidak melakukan kejahatan, maka tidak perlu ragu dan takut dalam mengambil keputusan.

Prabowo mengatakan pemerintahan yang ia pimpin menghadapi beragam penilaian, termasuk cacian dan fitnah. Mereka yang melontarkan hal tersebut tidak ingin rakyat Indonesia makmur dan sejahtera.

“Banyak kekuatan yang memang berada di pihak yang senang hidup dalam alam penuh korupsi, penyelewengan, dan penipuan. Mereka ingin kaya di atas penderitaan rakyat kecil. Jadi kita harus siap kalau kita dihantam, difitnah, dan diejek. Terima itu sebagai kebanggaan,” kata Prabowo.

“Kalau orang jahat mengejek kita, berarti kita benar dan kita harus terus melaksanakan serta membela kebenaran,” pungkasnya.

 

Sumber: Retret Kabinet, Prabowo Bicara Soal Swasembada Beras, Program MBG hingga Pihak yang Nyinyir  – TribunNews.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *