Pusat Investasi Pemerintah Dukung Pengembangan UMKM melalui Aspikmas

UMKM

Indonesia Menyapa, Banyumas — Pusat Investasi Pemerintah (PIP) mendukung program pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui Asosiasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Kabupaten Banyumas (Aspikmas).

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Hukum dan Manajemen Risiko Pusat Investasi Pemerintah Imaduddin, S.E, M.M., pada sesi dialog dalam gelaran Pelantikan Pengurus Aspikmas Kecamatan se-Kabupaten Banyumas, Kamis (12/12/2024), di GOR Satria Purwokerto.

“Aspikmas sangat berkapasitas sebagai mitra PIP dalam pembangunan UMKM di Kabupaten Banyumas. Kami berkomitmen siap mendukung Aspikmas,” ucap Imaduddin dalam keterangan tertulis yang diterima RRI, Sabtu (14/12/2024).

“Pada kesempatan yang sama, Asisten Deputi Pengembangan Kapasitas Usaha Mikro, Kementerian UMKM Republik Indonesia Ari Anindya Hartika, S.T.P., memberikan penilaian bahwa Aspikmas sangat efektif mengorganisasikan kepentingan para pelaku UMKM.

“(Apa yang dilakukan Aspikmas) perlu ditiru oleh daerah lain,” ucap Ari Anindya.

Pusat Investasi Pemerintah merupakan Badan Layanan Umum (BLU) yang berkedudukan di Kementerian Keuangan Republik Indonesia. PIP sebagai koordinator pembiayaan ultra mikro (UMi) tidak hanya memberikan pembiayaan modal usaha, tetapi juga dilengkapi dengan fasilitas pendampingan dan pemberdayaan bagi para pelaku usaha ultra mikro.

Bentuk program pemberdayaan antara lain yaitu pelatihan dan pendampingan, promosi usaha (perluasan produk, onboarding marketplace, showcase produk), inkubasi usaha (pendampingan pada aspek legalitas, kualitas produk dan pemasaran), dan pemberdayaan berbasis komunitas.

Sementara itu, Ketua Umum Aspikmas Pujianto, S.E., sebagai narasumber ketiga menyampaikan bahwa pada Juli 2024 lalu, pihaknya telah meluncurkan Aspikbank, sebagai upaya untuk membangun sumber permodalan internal bagi seluruh anggota Aspikbank.

Sebelumnya, saat awal pendirian, Aspikbank telah mengadvokasi program dana bergulir (danlir) Dinnakerkop UKM Kabupaten Banyumas yang sempat mandeg akibat refocusing anggaran dan kemudian kembali digulirkan program tersebut dengan melibatkan Aspikmas sebagai perekomendasi kelompok penerima manfaat.

“Program danlir merupakan pembiayaan modal usaha dengan metode kelompok, tanpa agunan dan bunga ringan. Satu kelompok berjumlah 10-20 orang pelaku UMKM dari satu wilayah kecamatan. Per kelompok menerima pinjaman modal mulai 30 hingga 100 juta rupiah dengan tenor 1 sampai dengan 2 tahun sesuai kesanggupan kelompok untuk membayar angsuran bulanan,” kata Pujianto.

Hingga tahun ketiga realisasi danlir ini, dari total kelompok penerima manfaat, paling banyak di antaranya merupakan anggota Aspikmas, dengan pembayaran angsuran lancar. Hanya saja program ini belum mampu menjangkau seluruh anggota Aspikmas sebab kuota anggaran pemerintah yang terbatas.

“Kurang dari 10 persen anggota yang sudah mengakses program tersebut, tetapi Aspikmas sangat siap untuk mengelola program pembiayaan bagi anggota,” ujar Pujianto.

 

Sumber: RRI.co.id – Pusat Investasi Pemerintah Dukung Pengembangan UMKM melalui Aspikmas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *