Indonesia Menyapa, Lembang – Pusat Pelatihan Pertanian (Kapuslatan) Kementerian Pertanian bersama Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang melakukan kunjungan kerja ke dua Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) di Kota Tasikmalaya, yaitu P4S Assalam dan P4S Enoi Hikari Ikamaja, Jumat (5/9/2025).
Kunjungan ini dilakukan untuk memperkuat peran P4S sebagai mitra strategis Kementan dalam pembangunan sumber daya manusia pertanian, mendorong pengembangan teknologi dan inovasi, serta menciptakan sistem pelatihan dan permagangan yang efektif. Kedua P4S yang berdiri sejak tahun 2019 tersebut diharapkan mampu menjadi pusat pembelajaran pertanian berbasis masyarakat yang mandiri dan berdaya saing.
P4S Assalam yang berlokasi di Kelurahan Sirnagalih, Kecamatan Indihiang, dipimpin oleh Pandu Rahayu. P4S ini bergerak pada bidang peternakan domba doppler dan kambing perah, dengan omzet usaha mencapai Rp300 juta per tahun.
Selain itu, P4S Assalam telah menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, antara lain Polbangtan, Universitas Padjadjaran (Unpad), Universitas Perjuangan (Unper), Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), SMK Peternakan, kelompok tani, hingga peternak dan calon peternak yang melakukan permagangan.
Sementara itu, P4S Enoi Hikari Ikamaja yang berlokasi di Kelurahan Karsamenak, Kecamatan Kawalu, dipimpin oleh Dadan Ridwan, alumni magang Jepang Kementan. P4S ini didirikan dengan semangat menyebarkan informasi dan penerapan teknologi pertanian ke masyarakat.
Pelatihan yang ditawarkan meliputi budidaya tanaman, peternakan dan perikanan, pengolahan hasil pertanian, wirausaha dan manajemen usaha tani, serta teknologi tepat guna pertanian. P4S ini telah menjalin kerja sama dengan Program YESS PPIU Jawa Barat, program magang Jepang Kementan, serta sejumlah SMK pertanian.
Kementerian Pertanian (Kementan) menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat peran P4S sebagai mitra strategis dalam pengembangan SDM pertanian.
P4S Assalam dan P4S Envoi Hikari Jawa Barat menjadi contoh nyata bagaimana pelatihan berbasis masyarakat mampu menghadirkan solusi langsung di lapangan, meningkatkan ketersediaan bibit unggul, serta mendorong lahirnya petani muda yang inovatif dan berdaya saing demi mewujudkan pertanian Indonesia yang maju, mandiri, dan modern.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman menilai bahwa P4S telah terbukti efektif menjadi motor penggerak pembangunan pertanian di tingkat akar rumput.
“P4S adalah bukti bahwa pelatihan berbasis masyarakat mampu menjangkau petani secara langsung dan melahirkan petani muda yang terampil, mandiri, dan mampu memberikan dampak positif bagi lingkungannya,” ujarnya.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti pada kesempatan lain menambahkan, peran P4S sangat vital dalam regenerasi petani.
“P4S menjadi contoh bagaimana pendidikan vokasi pertanian dapat berjalan efektif di masyarakat. Dengan fokus pada bidang masing-masing, mereka bukan hanya mencetak petani, tetapi juga mencetak wirausaha muda pertanian,” jelas Santi.
Kepala Pusat Pelatihan Pertanian, Tedy Dirhamsyah, dalam arahannya menekankan pentingnya penguatan peran P4S sebagai wadah permagangan dan pusat penyebaran inovasi.
“P4S memiliki posisi yang sangat strategis. Selain mendiseminasikan teknologi dan inovasi, P4S juga harus mampu mencetak petani milenial yang berdaya saing, inovatif, dan siap menghadapi tantangan sektor pertanian ke depan,” ungkap Tedy.
Lebih lanjut, Tedy memberikan arahan strategis bagi jajaran BBPP Lembang dan P4S, antara lain menekankan pentingnya penguatan peran P4S sebagai wadah permagangan dan pusat penyebaran inovasi. Menurutnya, P4S tidak hanya memiliki posisi strategis dalam mendiseminasikan teknologi pertanian, tetapi juga harus mampu mencetak petani milenial yang berdaya saing, inovatif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Selain itu, Tedy menjelaskan bahwa ke depan diperlukan penguatan kembali peran Pusat Pelatihan Pertanian dan UPT Pelatihan dalam mendukung program utama Kementan tahun 2026 yang berfokus pada hilirisasi perkebunan, khususnya komoditas bawang putih dan cabai yang telah menjadi program pelatihan terakreditasi.
Ia juga mendorong seluruh pegawai BBPP Lembang untuk terus meningkatkan kompetensi melalui tugas belajar, izin belajar, maupun berbagai program pelatihan, serta memperluas jejaring (networking) guna memperkuat relasi dan kolaborasi dengan berbagai pihak.
Selain itu, Tedy menegaskan perlunya UPT Pelatihan memperbanyak pelatihan dengan skema kerja sama sebagai strategi efisiensi sekaligus perluasan dampak bagi masyarakat.
Kunjungan Kapuslatan ke P4S Kota Tasikmalaya ini menjadi momentum penting untuk mempertegas peran P4S dalam mendukung pembangunan SDM pertanian.
Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, P4S Assalam dan P4S Enoi Hikari Ikamaja diharapkan mampu menjadi model pelatihan pertanian berbasis masyarakat yang dapat direplikasi di daerah lain, sekaligus mencetak petani milenial yang unggul demi mewujudkan pertanian Indonesia maju, mandiri, dan modern. Penguatan SDM Pertanian, Kementan Lakukan Pembinaan P4S di Tasikmalaya

