Indonesia Menyapa, Jakarta — Para Pelaku UMKM meminta pemerintah dapat membantu menjaga ketersediaan dan keterjangkauan harga bahan baku di pasar dalam negeri. Dengan menjaga ketersediaan, diharapkan dapat membantu pelaku UMKM menjaga kapasitas produksinya agar dapat menjadi penopang ekonomi negara.
“Salah satu tantangan kami (pelaku UMKM) adalah bagaimana harga bahan baku bisa stabil. Yang paling berhak mengontrol itu adalah pemerintah,” kata Sekretaris Jenderal Komunitas Bangkit Maju Bersama UMKM Nusantara, Felix Budiyono, saat berbincang bersama Pro 3 RRI, Jumat (14/2/2025).
Felix mengatakan, mendekati bulan Ramadan dan Lebaran, harga bahan pokok cenderung mengalami kenaikan. Hal ini sangat berpengaruh terhadap biaya produksi para pelaku UMKM, khususnya di sektor makanan minuman.
Di sisi lain, Felix menyebut banyak pelaku UMKM saat ini masih menahan jumlah produksi. Pasalnya, ia mengatakan daya beli masyarakat masih rendah.
“Kapasitas produksi rata-rata UMKM justru masih sedikit hold. Karena daya beli masyarakat masih agak berkurang di masa transisi pergantian Presiden seperti saat ini,” katanya.
Dirinya menilai penerapan pajak yang tinggi membuat masyarakat menahan keinginan berbelanja. Hal ini tentu mempengaruhi omset pelaku UMKM.
“Efek kenaikan pajak membuat daya beli masyarakat ke produk-produk UMKM berkurang. Maka alangkah bijak jika pemerintah dapat menunda kenaikan pajak,” ujarnya.
Diketahui, pemerintah Indonesia menaruh harapan besar pada sector UMKM sebagai penopang ekonomi nasional pada 2025. Dengan Target pertumbuhan ekonomi 5,2 persen tahun ini, pemerintah optimis UMKM dapat menjadi pilar utama dalam mencapai target tersebut.
Sumber: RRI.co.id – Pelaku UMKM Minta Pemerintah Jaga Bahan Baku Produksi

