Indonesia Menyapa, Jakarta — Tentara Nasional Indonesia (TNI) terus menggodok rencana pengiriman pasukan ke Gaza hingga Kamis (12/2/2026) di tengah pro dan kontra rencana tersebut.
Informasi beredar juga masih sangat dinamis.
Sejak rencana itu menjadi wacana yang mengemuka di publik sejak pertengahan 2024 ketika Presiden Prabowo Subianto masih menjabat sebagai Menteri Pertahanan saat itu.
Sebagai tindak lanjutnya, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto bahkan pernah menyampaikan detail teknis soal rencana itu di hadapan pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Gedung MUI Jakarta pada Jumat (14/7/2024) lalu.
Meski data dan informasi masih terbatas dan berubah-ubah hingga hari ini namun sikap dan pernyataan sejumlah pejabat pemerintah maupun militer belum tampak bergeser soal itu.
Mereka mengambil sikap melakukan penyiapan sambil menunggu perintah dari Presiden Prabowo Subianto.
Belum Ada Waktu Keberangkatan
Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono mengatakan sampai saat ini belum ada keputusan politik negara mengenai tanggal keberangkatan pasukan TNI ke Gaza.
Dia juga merujuk pernyataan pejabat Kementerian Pertahanan yang menyatakan rencana pengiriman prajurit ke Gaza masih dalam tahap persiapan dan menunggu keputusan Presiden RI.
“Di internal TNI sendiri, Rapat Penyiapan Satgas Perdamaian dan Kemanusiaan Indonesia yang digelar 12 Februari 2026 di Markas Besar TNI baru sampai tahap menetapkan bahwa pasukan disiapkan dalam format brigade komposit berjumlah 8 ribu personel,” kata Donny kepada Tribunnews.com, Jumat (13/2/2026) pagi.
Ia menjelaskan pihak TNI juga telah menyusun timeline dalam rencana tersebut.
Rencananya pemeriksaan kesehatan dan penyiapan administrasi akan dilakukan hingga Februari 2026.
Kemudian, gelar kesiapan pasukan rencananya digelar pada akhir Februari.
Selanjutnya, sekitar 1.000 personel ditargetkan dalam kondisi siap berangkat awal April 2026.
Kemudian seluruh elemen yakni 8 ribu personel ditargetkan siap berangkat paling lambat akhir Juni 2026.
“Istilah siap berangkat bukan berarti sudah berangkat, melainkan benar-benar dalam kondisi siap diberangkatkan sewaktu-waktu,” ungkap Donny.
“Namun, jadwal keberangkatan tetap sepenuhnya menunggu keputusan politik negara dan mekanisme internasional yang berlaku,” pungkasnya.
TNI AU Tak Siapkan Pilot
TNI Angkatan Udara sebelumnya menyatakan tidak menyiapkan penerbang tempurnya dalam rencana pengiriman prajurit TNI ke Gaza.
Akan tetapi TNI AU menyatakan telah menyiapkan sejumlah unsur pasukannya termasuk dari Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat).
Korpasgat sendiri adalah pasukan khusus TNI AU yang merupakan satuan tempur darat berkemampuan operasi udara, laut, dan darat.
Setiap prajurit Korpasgat minimal memiliki kualifikasi para-komando (Parako) dan ditambahkan kemampuan khusus kematraudaraan sesuai spesialisasinya.
Korps yang dipimpin perwira tinggi bintang tiga TNI AU itu memiliki ciri khas kemampuan tambahan yang tidak dimiliki pasukan lain yaitu Operasi Pembentukan dan Pengoperasian Pangkalan Udara (OP3U).
Termasuk di antaranya adalah menyiapkan pendaratan pesawat dan penerjunan pasukan.
“Sementara tidak ada dari penerbang, hanya dari unsur-unsur yang lainnya saja termasuk Pasgat,” kata Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau) Marsekal Pertama TNI I Nyoman Suadnyana saat dihubungi Tribunnews.com pada Kamis (12/2/2026).
Sumber: Nama Satgas, Jumlah hingga Timeline Terbaru Rencana Pengiriman Pasukan TNI ke Gaza – TribunNews.com

