Indonesia Menyapa, Balikpapan — Grab dan OVO Finansial bersama mitra merayakan Hari UMKM Nasional dan Bulan Literasi Keuangan dengan membekali 1.400 mitra dari berbagai kota pelatihan strategi pemasaran digital, pemanfaatan akal imitasi (AI) dan teknologi, serta pengelolaan keuangan dan pendanaan usaha.
“Biar cerdas jualannya, tangguh usahanya,” kata Direktur Komersial Grab Indonesia Roy Nugroho, di Balikpapan, Sabtu. Frasa itu juga menjadi tema acara yang dinamakan Temu Ramah Sapa dan Sharing Perkumpulan Wirausaha (Temu Perwira) tersebut.
Acara di Balikpapan diikuti ratusan mitra pengemudi dan mitra pengusaha UMKM. Sebelumnya sepanjang Agustus hingga awal September, acara tersebut diselenggarakan di Medan, Bandung, Palembang, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Denpasar, dan Makassar.
Menurut Nugroho, program ini menjadi wadah bagi mitra Grab untuk saling belajar, berbagi pengalaman, dan mengembangkan usaha melalui pemanfaatan teknologi, penguatan literasi keuangan, serta saling dukung dan kerjasama.
Program ini membekali mitra dengan pengetahuan dan keterampilan praktis dalam menghadapi persaingan usaha, perubahan perilaku konsumen, serta perkembangan teknologi yang semakin mempengaruhi cara pelaku usaha memasarkan dan mengelola bisnis.
Karena itu ada sesi agar produk lebih mudah ditemukan oleh konsumen, termasuk pemanfaatan GrabAds untuk meningkatkan penampakan toko di aplikasi. Materi juga mencakup penggunaan fitur BisaMatika untuk menghitung Harga Pokok Penjualan (HPP), biaya layanan, dan komisi promosi sehingga penentuan harga jual lebih akurat.
Peserta diperkenalkan Asisten AI GrabMerchant sebagai konsultan bisnis virtual yang dapat membantu membaca performa toko, memberikan rekomendasi promosi, hingga menyusun inspirasi menu berdasarkan tren konsumen. Teknologi ini diharapkan membantu mitra mengambil keputusan operasional secara lebih cepat dan terukur.
“Pemahaman tren dan perilaku konsumen menjadi kunci agar produk mudah ditemukan dan menjangkau pembeli yang tepat,” jelas Nugroho. Ia menambahkan bahwa inovasi dan kolaborasi menjadi bagian penting dalam menjaga daya saing di pasar digital yang semakin kompetitif.
Sejalan dengan Bulan Literasi Keuangan, Grab dan OVO Finansial juga memberikan edukasi mengenai pengelolaan keuangan usaha, termasuk perencanaan arus kas, pengendalian biaya operasional, serta pemanfaatan pendanaan melalui GrabModal Mantul dengan proses cepat dan cicilan ringan.
Fitur Jeda Bayar turut diperkenalkan sebagai kelonggaran pembayaran ketika mitra menghadapi kondisi tertentu seperti sakit, kepentingan keluarga, atau penurunan penjualan musiman. Fitur ini dirancang untuk menjaga stabilitas operasional usaha kecil.
“Hingga kini, kami lewat GrabModal telah menyalurkan lebih dari Rp6 triliun kepada 445.000 Mitra UMKM dan mitra pengemudi di ekosistem Grab. Pendanaan tersebut menjadi salah satu opsi pembiayaan bagi mitra yang membutuhkan modal tambahan untuk pengembangan usaha,” ungkap Nugroho.
Rangkaian pelatihan di Balikpapan diikuti ratusan mitra dengan sesi edukasi bisnis dan finansial yang mencakup strategi promosi, inovasi menu, serta cara membaca data performa toko. Para peserta memanfaatkan sesi diskusi untuk berbagi pengalaman dan tantangan operasional.
Melalui rangkaian pelatihan ini, Grab dan OVO Finansial menargetkan peningkatan kapasitas UMKM dalam memanfaatkan teknologi dan literasi keuangan untuk memperkuat daya saing di pasar digital yang semakin kompetitif.
Sumber: Mitra UMKM Grab belajar pakai AI, strategi pemasaran digital – ANTARA News Kalimantan Timur

