May Day 2026 di Monas dan Kejutan dari Presiden Prabowo untuk Buruh

Peristiwa

Indonesia Menyapa, Jakarta — Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 disebut-sebut bakal terasa spesial.

Pertama Presiden Prabowo Subianto dipastikan hadir bersama buruh di Monas sedari pagi.

Prabowo akan memberikan pidato dan menyapa langsung para buruh.

Kejutan lainnya, Presiden Prabowo menyiapkan hadiah khusus bagi buruh.

Hadiah ini murni dari kantong pribadi sang presiden.

 

Hadiah Prabowo di Hari Buruh 2026

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea mengungkapkan, peringatan May Day 2026 ini akan dihadiri langsung Presiden Prabowo Subianto.

“May Day akan dihadiri Presiden Prabowo Subianto. Jam 8 pagi akan dilaksanakan di Monas,” ujarnya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Senin (27/4/2026).

Massa, lanjut Andi Gani, akan mulai berkumpul pada pukul 07.00 WIB di Silang Monas.

Andi Gani juga menyebutkan bahwa Presiden Prabowo akan memberikan kejutan istimewa bagi para buruh.

“Beliau (Prabowo) saya mendengar akan memberikan sesuatu yang istimewa untuk buruh Indonesia pada saat pidatonya tanggal 1 Mei 2026,” ucapnya.

Ia mengungkapkan, tahun ini 25 pimpinan konfederasi buruh akan hadir bersama Presiden Prabowo di panggung.

“Kalau tahun lalu hanya empat pimpinan buruh, tahun ini 25 pimpinan konfederasi buruh akan bersama-sama duduk dan berdiri bersama Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto,” imbuhnya.

 

Rogoh Kocek Pribadi, Prabowo Siapkan Kaos dan Payung untuk Buruh 

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea, mengungkapkan perhatian khusus Presiden Prabowo Subianto terhadap persiapan peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026.

Andi Gani menyebut, Prabowo mendesain khusus kaos May Day dan memberikan hadiah dari dana pribadinya.

Menurut Andi Gani, perhatian Prabowo sudah dimulai sejak tiga bulan sebelum May Day.

Ia menceritakan momen dirinya dipanggil Presiden untuk membahas detail persiapan acara.

“Sejak awal Maret, Presiden Prabowo menaruh perhatian sangat-sangat luar biasa. Saya dipanggil oleh Presiden, duduk berdua, beliau mendesain khusus kaos May Day,” kata Andi Gani di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Senin (27/4/2026).

Andi Gani menjelaskan, Prabowo secara detail meminta perubahan desain, termasuk warna dan bahan kaos, agar nyaman digunakan oleh buruh.

“Beliau minta yang terbaik, kaosnya jangan yang bikin panas, fungsinya yang terbaik. Itu saya sampai terharu. Seorang Presiden, seorang kepala negara, sejak tiga bulan sebelum May Day sudah berpikir soal buruh jangan kepanasan,” ucapnya.

Tidak hanya kaos, Andi Gani juga menyebut Prabowo meminta disiapkan payung untuk buruh agar tidak kepanasan saat acara berlangsung di Monas.

“Setelah kaos yang akan dikenakan kita semua, itu hadiah dari Presiden Prabowo. Desainnya betul-betul dari beliau langsung. ‘Andi, mesti ada lihat perempuannya. Jangan buruh laki-lakinya kelihatan, kita kasih.’ Kurang, ‘perempuannya jangan cuma satu, tambah lagi.’ Itu luar biasa,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Andi Gani menegaskan bahwa seluruh hadiah yang disiapkan, termasuk kaos dan payung, berasal dari dana pribadi Prabowo, bukan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Sekali lagi saya tegaskan: tidak dari APBN Kaos, payung, semua dari dana pribadi Presiden Prabowo Subianto. Itu saya tahu persis,” tuturnya.

 

400 Ribu Buruh Rayakan May Day 2026 di Monas

Perayaan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 akan berlangsung di kawasan Monumen Nasional (Monas) Jakarta Pusat, pada Jumat (1/5/2026) hari ini.

Nantinya sebanyak 400 ribu orang, terdiri dari sekitar 200 ribu buruh serta tambahan massa dari kalangan ojek online (ojol) bakal menggeruduk Monas.

Selain itu, 99 persen konfederasi buruh akan hadir dalam perayaan tersebut.

Meskipun demikian, Andi Gani menyatakan penghormatan terhadap serikat pekerja yang memilih menggelar kegiatan di lokasi lain.

“Kalaupun ada kawan-kawan yang melaksanakan kegiatan lain di luar Monas, kami tetap menghormati dan menghargai sikap tersebut. Tetapi tentu tidak mengurangi hakikat persatuan dan kesatuan buruh,” tuturnya.

 

Perayaan May Day 2026 Tanpa Uang Negara

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea memastikan, perayaan dengan jumlah massa besar tersebut tidak menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Saya tegaskan, biaya May Day tahun ini tidak menggunakan APBN kementerian manapun, tidak ada. Tidak ada dana negara dipakai sepeser pun, saya tahu persis,” tegas Andi Gani dikutip Kamis (30/4/2026).

 

MAY DAY 2026 - Konferensi pers kelompok buruh terkait peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Senin (27/4/2026).
MAY DAY 2026 – Konferensi pers kelompok buruh terkait peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Senin (27/4/2026). (Tribunnews.com/Fersianus Waku)

 

Ia menjelaskan, seluruh kebutuhan acara bersumber dari swadaya dan gotong royong pihak-pihak yang mendukung gerakan buruh.

“Itu berdasarkan dari tangan-tangan baik yang sayang pada pergerakan buruh Indonesia. Jadi tidak ada dana Kemnaker, dana Menko Perekonomian, atau dana apa pun,” ujarnya.

Menurut Andi Gani, berbagai fasilitas seperti kaos, payung, panggung acara, hingga konsumsi peserta disiapkan tanpa keterlibatan anggaran negara.

Bahkan, Presiden Prabowo Subianto yang justru menghadiahkan kaos dan payung bagi para buruh yang hadir.

Andi Gani menambahkan, desain kaos dan payung tersebut merupakan hasil arahan langsung Presiden sejak Maret lalu, mencakup pemilihan warna hingga tulisan.

 

Pemerintah Berdiri Bersama Buruh

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari memastikan Presiden RI Prabowo Subianto akan menghiri langsung peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day pada Jumat (1/5/2026).

Adapun perayaan May Day tersebut akan digelar di Lapangan Monas, Jakarta.

Qodari menyebut, kehadiran Prabowo dalam perayaan May Day nantinya akan menjadi cerminan kalau pemerintah berdiri bersama buruh.

“Pemerintah ingin menegaskan satu hal, bahwa posisi pemerintah bukan berhadapan dengan buruh, melainkan berdiri bersama buruh,” kata Qodari dalam keterangan resminya, Rabu (29/4/2026).

Lebih lanjut, Qodari juga memastikan negara akan hadir sebagai pelindung pekerja, sekaligus penjaga keberlanjutan lapangan kerja.

Kata dia, jelang Hari Buruh, pemerintah merasakan apa yang menjadi kekhawatiran masyarakat terutama buruh di masa yang tidak menentu saat ini.

Kata dia beragam ancaman menerpa kaum buruh mulai dari pemutusan hubungan kerja (PHK), tekanan biaya hidup, dan ketidakpastian ekonomi.

“Pemerintah mencatat dan memahami keresahan ini. Negara hadir sebagai pelindung pekerja sekaligus penjaga keberlanjutan lapangan kerja,” katanya.

Menurut Qodari, kesejahteraan pekerja dan kesehatan dunia usaha bukan lah dua hal yang saling bertentangan, melainkan dua sisi dari satu tujuan yang sama.

Atas hal itu, Prabowo diyakini akan mendengar seluruh keluhan dari kaum buruh tersebut pada momen May Day nantinya.

“Sebagai bentuk komitmen tersebut, Presiden RI Prabowo Subianto diagendakan hadir pada puncak peringatan Hari Buruh Nasional 2026 yang akan diselenggarakan di Monumen Nasional (Monas), Jakarta,” tandas Qodari.

 

11 Tuntutan Buruh di May Day 2026

Said Iqbal menyatakan, dalam aksi tersebut ratusan ribu buruh tidak akan membawa tangan kosong. Setidaknya akan ada 11 tuntutan yang dibawa mereka untuk disampaikan kepada pemerintah.

“Ada 11 isu atau 11 harapan yang ingin disampaikan oleh KSPI yang didukung oleh partai buruh di dalam perayaan may day ini kepada pemerintah baik pemerintah pusat maupun pemerintahan daerah di seluruh Indonesia,” kata Said Iqbal.

Adapun beberapa poin dari 11 tuntutan tersebut kata Said Iqbal sudah turut disampaikan pihaknya saat bertemu Presiden RI Prabowo Subianto pada Selasa (28/4/2026).

“11 isu yang kami sampaikan walaupun tidak berurutan ya tapi disampaikan oleh beberapa kawan karena hadir di dalam pertemuan dengan bapak Presiden Prabowo,” kata dia.

Berikut adalah 11 poin tuntutan yang akan disampaikan oleh para buruh dalam momen May Day mendatang:

Pertama, para buruh meminta agar pemerintah segera mengesahkan RUU Ketenagakerjaan yang baru.

Kedua, para buruh meminta agar pemerintah segera menghapus sistem kerja outsourcing, dan tolak upah murah (HOSTUM).

“HOS Hapus Outsourcing, TUM Tolak Upah Murah,” tegas Said Iqbal.

Ketiga, para buruh menyoroti soal dampak perang antara Amerika Serikat-Israel terhadap Iran yang berpotensi menimbulkan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) besar-besaran di Indonesia.

Mereka meminta kepada pemerintah untuk fokus terhadap isu tersebut dan menghindari terjadinya PHK massal.

“Perang Amerika Serikat dan Israel melawan Iran yang masih terus berkecamuk sehingga ancaman PHK besar-besaran akan terjadi dalam 3 bulan ke depan dan seperti yang kami sampaikan 10 perusahaan sudah berancang-ancang yang menjadi anggota KSPI akan melakukan PHK bila perang terus berkecamuk,” ucap Said Iqbal.

Keempat, isu yang dibawa oleh buruh yakni reformasi pajak.

“Kami meminta pendapatan tidak kena pajak dinaikkan menjadi Rp 7,5 juta dari Rp 4,5 juta kemudian pajak THR jaminan hari tua, pesangon dan pajak jaminan pensiun dihapus,” tegas dia.

 

TWIBBON HARI BURUH - Berikut 100 twibbon Hari Buruh 1 Mei 2026 yang dapat digunakan untuk update status di sosial media ataupun dikirimkan sebagai pesan. (Tangkap Layar Twibbonize)
TWIBBON HARI BURUH – Berikut 100 twibbon Hari Buruh 1 Mei 2026 yang dapat digunakan untuk update status di sosial media ataupun dikirimkan sebagai pesan. (Tangkap Layar Twibbonize) (Tribunnews.com/(Tangkap Layar Twibbonize)

 

Kelima, para buruh juga meminta sahkan RUU perampasan aset demi tegaknya anti korupsi.

Keenam, dalam situasi ini para buruh juga kata Said Iqbal, menyampaikan akan adanya ancaman PHK di industri TPT tekstil dan produk turunannya serta industri nikel.

“Jadi kami minta selamatkan industri TPT dan nikel,” tutur dia.

Ketujuh, para buruh juga memandang terjadinya ancaman PHK di industri semen, sebab sekarang over supply di industri semen itu over supply.

“Jadi itu kami ingin menyampaikan harapan stop atau moratorium industri semen karena sudah over supply,” tegas Said Iqbal.

Kedelapan, KSPI meminta ratifikasi konvensi International Labour Organization (ILO) nomor 190 tentang anti kekerasan kepada pekerja perempuan di tempat kerja.

Kesembilan, KSPI kata Said Iqbal turut memperjuangkan pemotongan tarif ojek online atau ojol sebesar 10 persen bukan 20 persen seperti apa yang selalu dituntut oleh driver ojol.

Kesepuluh, tuntutan mereka yakni meminta pemerintah merevisi undang-undang nomor 2 tahun 2004 tentang penyelesaian perselisihan hubungan industrial yang lebih berkeadilan pada buruh.

Terakhir, para buruh meminta agar status guru dan tenaga honorer yang dikenal dengan P3K paruh waktu menjadi ASN.

“Tidak ada lagi P3K yang paruh waktu, semua harus penuh waktu,” tukas dia

 

Sumber: May Day 2026 di Monas dan Kejutan dari Presiden Prabowo untuk Buruh – TribunNews.com

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *