Mahasiswa UMM Kembangkan Inovasi Mesin Pencuci Singkong untuk UMKM

UMKM

Indonesia Menyapa, Malang — Tim mahasiswa Program Studi Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) membuat inovasi pengembangan mesin pencuci singkong semi mekanis berbasis drum spray dan water recirculation untuk usaha mikro kecil menengah (UMKM).

Tim mahasiswa yang diketuai oleh Nova Sinanti ini berhasil meraih gelar juara berkat karya inovatif mereka. Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa inovasi mahasiswa UMM mampu memberikan solusi aplikatif bagi masyarakat.

Ketua Tim, Nova Sinanti dalam keterangan yang diterima di Malang, Jawa Timur, Sabtu, menjelaskan rancangan mesin semi mekanis ini ditujukan untuk memangkas waktu produksi secara drastis pada skala UMKM yang selama ini sangat bergantung pada pencucian manual.

Nova menerangkan bahwa alat tersebut dilengkapi dengan sistem ulir untuk mengarahkan bahan baku serta perangkap sedimen untuk memisahkan kotoran secara otomatis.

“Mesin yang kami rancang mampu memangkas waktu pencucian 500 kilogram singkong dari yang awalnya butuh empat hingga tujuh jam menjadi hanya sekitar satu jam saja. Kami juga menambahkan fitur drum spray dan sirkulasi air yang terintegrasi dengan sedimen trap, sehingga pemakaian air jauh lebih hemat dan kotoran tidak bercampur kembali dengan singkong,” paparnya.

Selain memangkas beban kerja, lanjutnya, alat pembersih ini mampu menjaga stabilitas mutu bahan baku yang sangat krusial.

Nova menegaskan bahwa teknologi air yang mereka kembangkan didesain sedemikian rupa agar tidak merusak tekstur daging singkong.

“Penggunaan sistem sirkulasi pada alat kami berperan layaknya bantalan air, sehingga kulit singkong bisa terkelupas dan bersih tanpa melukai dagingnya. Dengan hasil pencucian yang maksimal, UMKM nantinya bisa memproduksi keripik dengan warna yang lebih cerah dan rasa yang tidak pahit akibat sisa getah atau pasir,” ucapnya.

Keberhasilan Nova dan kawan-kawan tidak terlepas dari bimbingan intensif dosen pendamping proyek ini, yakni Dr Ir Yepy Komaril Sofi’i.

Yepy menyampaikan rasa bangganya atas dedikasi serta kerja keras tim. Ia berharap alat tersebut segera masuk ke tahap fabrikasi dan tidak sekadar menjadi prototipe perlombaan, melainkan bisa langsung diimplementasikan.

“Inovasi ini adalah bukti bahwa mahasiswa UMM mampu menerjemahkan ilmu teknik ke dalam solusi nyata. Saya berharap mesin pencuci singkong ini dapat segera diproduksi agar dirasakan manfaatnya secara langsung oleh para pelaku UMKM kita,” ucapnya.

Ajang perlombaan ini diselenggarakan oleh Asosiasi Program Studi Teknik Mesin Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyiyah (APSTM-PT). Kompetisi ini menjadi wadah adu gagasan yang diikuti oleh para mahasiswa aktif dari Program Studi Teknik Mesin PTMA se-Indonesia.

Persaingan di babak final berjalan sangat ketat, karena mempertandingkan 15 tim unggulan, dimana masing-masing kelompok terdiri atas tiga hingga lima orang mahasiswa.

Tim delegasi UMM yang beranggotakan Nova Sinanti, Azka Firosyan Samana Putra, dan Raihan Rosyadi tampil memukau para juri lewat rancangan mesin mereka yang dinilai solutif dan tepat guna.

Keunggulan utama dari inovasi buatan mahasiswa UMM ini terletak pada kombinasi teknologi efisiensi dan kapasitasnya yang besar.

 

Sumber: Mahasiswa UMM kembangkan inovasi mesin pencuci singkong untuk UMKM – ANTARA News Jawa Timur

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *