Indonesia Menyapa, Jakarta — Produk UMKM Indonesia memiliki potensi besar untuk bersaing di pasar internasional. Namun, tantangan seperti perluasan akses pasar, pencarian pembeli (buyer), hingga penguatan strategi bisnis masih menjadi kendala yang dihadapi banyak pelaku usaha. Untuk menjawab tantangan tersebut, Bea Cukai Malang berupaya memberikan pendampingan melalui program Klinik Ekspor sebagai wujud pelaksanaan fungsi trade facilitator dan industrial assistance.
Pada Jumat (17/07), Tim Klinik Ekspor Bea Cukai Malang yang dipimpin Agnita Adityawardani mengasistensi dua pelaku usaha berorientasi ekspor di Kota Batu, yakni CV Botani Flora Indonesia dan Koperasi Coosae.
Di CV Botani Flora Indonesia, tim berdiskusi mengenai perkembangan usaha, strategi pemasaran, dan tantangan ekspor. Pemilik perusahaan, Andry, menyampaikan bahwa perusahaannya telah rutin mengekspor berbagai jenis tanaman hias ke sejumlah negara, terutama melalui platform e-commerce. Menurutnya, perkembangan teknologi digital membuka peluang pasar yang lebih luas sehingga strategi pemasaran kini difokuskan pada media sosial seperti TikTok dan YouTube. Selain memperluas promosi, perusahaan juga memberdayakan masyarakat sekitar dengan melibatkan mereka sebagai host live streaming untuk memasarkan produk kepada konsumen domestik maupun internasional.
Sementara itu, di Koperasi Coosae, tim memetakan kondisi usaha dan kendala yang dihadapi dalam mengembangkan pasar ekspor. Ketua Koperasi, Hardi, menjelaskan bahwa tantangan utama saat ini adalah memperoleh buyer dari luar negeri. Setelah pandemi Covid-19, realisasi ekspor koperasi menurun sehingga lebih berfokus pada pasar domestik. Meski demikian, beberapa calon pembeli mancanegara mulai menunjukkan ketertarikan dan saat ini koperasi masih menunggu respons atas sampel produk yang telah dikirim ke luar negeri. Bea Cukai Malang memberikan masukan mengenai strategi pengembangan pasar, pentingnya menjaga komunikasi dengan calon buyer, serta peningkatan kualitas produk dan promosi internasional.
Pendampingan serupa juga dilakukan di CV Cahaya Galih, Singosari, Kabupaten Malang, pada Selasa (21/07). Dalam kegiatan asistensi tersebut, Owner CV Cahaya Galih, Tri Ekewati, membagikan perjalanan usahanya hingga berhasil menembus pasar Spanyol, Australia, Dubai, Hungaria, Jepang, Amerika Serikat, dan sejumlah negara lainnya.
UMKM yang bergerak di bidang wood engineered furniture dan handicraft itu konsisten menghadirkan produk berkualitas sejak 2010 dengan mengusung prinsip sustainability, innovation, dan quality. Melalui kegiatan Klinik Ekspor, Bea Cukai Malang berharap semakin banyak UMKM mampu meningkatkan daya saing, memperluas pasar internasional, serta menciptakan nilai tambah yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Sumber: Bea Cukai Malang Perkuat Ekspor UMKM Lewat Klinik Ekspor, Pelaku Usaha Tembus Pasar Dunia

