Indonesia Menyapa, Kendari — Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Sulawesi Tenggara bekerja sama dengan berbagai pihak merancang kawasan MTQ sebagai pusat pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta ekonomi kreatif. Kerjasama ini melibatkan Perusahaan Umum Daerah (Perusda) Utama Sultra, Asosiasi Travel Agent Indonesia (ASTINDO), dan Perkumpulan Pengusaha Kuliner Kreatif Indonesia (APKULINDO).
Kepala Dispar Sultra Ridwan Badallah dan Direktur Utama Perumda Utama Sultra Akhmad Rizal mengambil pendekatan langsung dengan melakukan tinjauan lokasi di pelataran kawasan MTQ. Langkah ini dianggap lebih efektif karena memungkinkan para pemangku kebijakan melihat secara langsung kondisi lapangan yang akan dikembangkan.
Ridwan Badallah menjelaskan konsep pengembangan bertujuan mengubah fungsi kawasan MTQ dari sekadar lokasi kegiatan seremonial menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat.
“Kita ingin kawasan ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat lokal, terutama melalui UMKM pada sektor kuliner, dan ruang kreatif untuk seni serta kerajinan,” ujar Ridwan Badallah disela kegiatannya, Rabu 18 Maret 2926
Ridwan Badallah juga menjelaskan, pengembangan kawasan juga diarahkan untuk menjadi pusat wisata kota di Kendari, yang berperan sebagai etalase bagi destinasi wisata lain di Sultra. Hal ini sejalan dengan visi Gubernur Andi Sumangerukka tentang penguatan ekonomi daerah berbasis potensi lokal.
Sementara itu Direktur Utama Perumda Utama Sultra Akhmad Rizal menyampaikan dukungan penuh terhadap pengelolaan kawasan secara profesional. Ia menekankan pentingnya kerja sama lintas pihak untuk memastikan pengembangan berjalan optimal dan menciptakan ekosistem ekonomi yang inklusif.
Para pegiat ekonomi kreatif telah memberikan masukan terkait penataan tenant UMKM, agenda event rutin, dan strategi promosi produk lokal agar memiliki daya saing yang lebih baik.

