Jusuf Kalla Imbau TNI Tak Mundur dari Lebanon: Dunia Bisa Anggap Indonesia Penakut

Peristiwa

Indonesia Menyapa, Jakarta — Ketua Umum Palang Merah Indonesia Jusuf Kalla menghendaki pasukan TNI tetap menjalankan misi perdamaian di Lebanon, meski sudah ada tiga prajurit yang gugur.

“Tidak [perlu ditarik mundur]. Negara, TNI, tidak seperti itu. Bahwa kalau ada korban tewas kita langsung mundur, oh bukan [seperti] itu. Saya kira jiwa TNI dan jiwa pemerintah tetap ada di situ,” kata Jusuf Kalla kepada wartawan di Jakarta, (1/4/2026).

Jusuf Kalla mengakui memang ada risiko yang harus ditanggung jika pasukan TNI tetap bertugas di Lebanon. Namun, dia berkata pemerintah harus tetap mengurus hal itu.

“Jadi, jangan karena risiko seperti itu, kita menarik. Nanti, dunia menganggap kita penakut. Tidak, Indonesia bukan negara penakut,” ucap mantan Wakil Presiden RI itu.

Mengenai tiga prajurit yang tewas, Jusuf Kalla turut berdukacita dan mengecam keras serangan Israel.

“Ini semua perbuatan Israel yang selalu tidak memandang kemanusiaan, tidak memandang perdamaian. Yang penting bagi dia, siapa pun yang menghalangi akan dihajarnya,” ujar Jusuf Kalla di Jakarta, (1/4/2026).

Kepada awak media, dia menyebut pengerahan Kontingen Garuda (Konga) TNI di Lebanon tidak ada kaitannya dengan Indonesia sebagai negara anggota Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian. Pengerahan pasukan TNI dilakukan di bawah UNIFIL (Pasukan Sementara PBB di Lebanon).

Mengenai Israel yang nekat menyerang pasukan TNI, padahal Israel dan Indonesia sama-sama anggota BoP, Jusuf Kalla juga sekali lagi menegaskan tidak ada urusannya dengan BoP.

“Sekali lagi ini tidak ada urusannya dengan BoP. Ini sifat Israel memang begitu. Siapa pun yang menghalangi dia hantam saja.”

“Bagaimana coba di Gaza? Berapa ratus ribu orang meninggal di Gaza gara-gara itu? Berapa ratus ribu yang luka?” tanya dia.

 

Tb. Hasanuddin minta TNI jangan langsung mundur

Seperti Jusuf Kalla, anggota Komisi I DPR RI Mayjen TNI (Purn.) Tb. Hasanuddin menilai pemerintah tidak boleh terburu-buru mengambil keputusan untuk menarik mundur pasukan TNI dari Lebanon setelah gugurnya tiga prajurit dalam misi perdamaian UNIFIL.

Menurut Hasanuddin langkah penarikan pasukan tidak boleh diambil secara emosional tanpa didahului investigasi dan evaluasi teknis yang mendalam.

“Menurut hemat saya jangan kemudian karena ada korban langsung memundurkan diri karena harapan kita justru yang terbanyak itu adalah dari, dari satuan TNI,” kata Hasanuddin di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, (1/4/2026).

Sekretaris Militer Presiden (2001-2005) ini menekankan sebelum memutuskan untuk bertahan atau mundur, Mabes TNI harus melakukan evaluasi menyeluruh secara taktis dan teknis di lapangan.

Evaluasi ini penting untuk membedah apakah ada kesalahan prosedur atau kelengkapan yang memicu terjadinya insiden maut tersebut.

“Harus dilakukan evaluasi menyeluruh oleh Mabes TNI ya. Jadi ini terjadinya itu apakah kita misalnya tidak membawa kode-kode yang pas, apakah kita misalnya tidak memakai seragam yang sesuai kebutuhan sehingga menimbulkan sesuatu dan kebijakan-kebijakan lain,” ujar Hasanuddin.

Dia menambahkan keputusan untuk mundur hanya bisa diambil jika hasil investigasi menyatakan bahwa keberadaan pasukan Indonesia sudah benar-benar tidak lagi efektif.

“Artinya tidak serta merta karena ada kasus ini kemudian mundur. Enggak, pelajari dulu. Kalau hasil investigasi, hasil evaluasi dinyatakan sudah tidak lagi efektif dan tidak ada manfaatnya baru, baru kita mundur dengan baik-baik,” tutur Hasanuddin.

Di sisi lain, Hasanuddin mengingatkan bahwa masa tugas satuan tersebut memang akan segera berakhir dalam waktu dekat sesuai dengan ketetapan Dewan Keamanan PBB.

“Tetapi perlu dicatat ya satuan tugas ini khususnya seluruh UNIFIL ini akan berakhir sesuai mandat pada tanggal 31 Desember tahun ini jadi tinggal beberapa bulan lagi itu kira-kira,” ungkapnya.

 

Sumber: Jusuf Kalla Imbau TNI Tak Mundur dari Lebanon: Dunia Bisa Anggap Indonesia Penakut – TribunNews.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *