Indonesia Menyapa, Jakarta — Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan seluruh siswa Sekolah Rakyat harus menuntaskan pendidikan hingga jenjang SMA.
Dirinya menegaskan tidak boleh ada satu siswa Sekolah Rakyat yang putus sekolah.
“Siswa-siswa Sekolah Rakyat harus lulus sampai SMA. Tidak boleh ada yang putus. Semua lulus sampai SMA,” ujar Gus Ipul saat menghadiri doa bersama siswa Sekolah Rakyat untuk korban bencana di Sumatra yang digelar di Lapangan Sentra Terpadu Pangudi Luhur (STPL), Bekasi, Jawa Barat, Rabu (24/12/2025).
Gus Ipul menjelaskan setelah lulus SMA, negara tidak akan lepas tangan.
Bagi siswa yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, Sekolah Rakyat akan mengawal dan membina agar mereka bisa kuliah sesuai minat dan kemampuan akademiknya.
“Setelah lulus SMA, bagi yang pengen kuliah akan dikawal, akan dibina supaya bisa kuliah. Sepenuhnya biaya pemerintah. Bisa ke Perguruan Tinggi Negeri atau juga ke Perguruan Tinggi yang lain sesuai dengan minat bakatnya,” kata Gus Ipul.
Ia juga menyebut, siswa lulusan SMP yang memiliki kemampuan akademik memenuhi syarat dapat melanjutkan pendidikan ke SMA Garuda.
Sementara siswa yang belum memenuhi kriteria tetap melanjutkan pendidikan di Sekolah Rakyat hingga lulus SMA, dengan kesempatan yang sama untuk melanjutkan ke perguruan tinggi melalui skema KIP Kuliah.
Gus Ipul mengatakan pendekatan pendidikan di Sekolah Rakyat tidak bersifat seragam karena setiap anak memiliki bakat dan potensi yang berbeda-beda.
“Tidak bisa dipaksakan, anak Ibu Bapak sekalian itu bakatnya beda-beda. Ada yang memang ingin jadi akademisi meneruskan ke Perguruan Tinggi, itu akan dikawal oleh Sekolah Rakyat. Ini sesuai arahan dan petunjuk Presiden, sekaligus menjadi harapan Presiden,” ujarnya.
Selain jalur akademik, Gus Ipul memastikan negara juga menyiapkan jalur keterampilan dan dunia kerja.
Bagi siswa yang tidak berminat kuliah, pemerintah akan membekali mereka dengan pendidikan vokasi agar menjadi pekerja terampil.
“Kalau ingin bekerja di luar negeri, nanti akan bekerja sama dengan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI). Kalau bekerja di dalam negeri, akan bekerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan,” jelasnya.
Sekolah Rakyat juga membuka jalan bagi lulusan yang ingin menjadi wirausahawan.
Mereka akan dibina dan didampingi agar mampu membangun usaha secara mandiri dan berkelanjutan.
“Kalau ada yang kepingin jadi wirausaha, akan diantarkan untuk menjadi wirausahawan yang baik. Intinya di Sekolah Rakyat, tidak boleh setelah lulus SMA berhenti,” pungkas Gus Ipul.
Sumber: Gus Ipul: Negara Kawal Pendidikan Siswa Sekolah Rakyat Sampai Perguruan Tinggi – TribunNews.com

