Gerakan Tanam 50.000 Hektare Pecah Rekor, Kementan Gaspol Tingkatkan Produksi Pangan

Indonesia Menyapa, Tanah Laut – Kementerian Pertanian kembali menunjukkan langkah nyata mempercepat terwujudnya swasembada pangan nasional melalui Gerakan Tanam Serempak Nasional seluas 50.000 hektare pada lokasi Optimalisasi Lahan (Oplah) Tahun 2024–2025 dan Cetak Sawah Rakyat (CSR) Tahun 2025 yang digelar serentak di 25 provinsi, Jumat (3/7/2026).

Kegiatan yang dipusatkan di Desa Bulupayung, Kecamatan Patimuan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah tersebut menjadi tonggak penting dalam percepatan pemanfaatan lahan produktif sekaligus memperkuat produksi pangan nasional di tengah tantangan perubahan iklim.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa percepatan tanam merupakan kunci menjaga momentum peningkatan produksi pangan nasional. Menurutnya, setiap hektare lahan yang berhasil ditanami akan menjadi kekuatan baru dalam mewujudkan kemandirian pangan Indonesia.

“Gerakan tanam serempak ini bukan sekadar seremoni, tetapi langkah nyata mempercepat produksi pangan. Seluruh potensi lahan harus dimanfaatkan secara optimal agar target swasembada pangan segera tercapai. Kita harus bergerak cepat, bekerja bersama, dan memastikan tidak ada lahan produktif yang menganggur,” tegas Mentan Amran.

Gerakan ini merupakan tindak lanjut arahan Menteri Pertanian untuk mempercepat musim tanam, meningkatkan luas tanam, menjaga indeks pertanaman, serta mengoptimalkan seluruh lahan hasil program Oplah dan CSR. Sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, penyuluh pertanian, Brigade Pangan, TNI–Polri, dunia usaha, hingga petani menjadi kekuatan utama dalam mendukung target swasembada pangan yang berkelanjutan.

Di Provinsi Kalimantan Selatan, Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang mengikuti kegiatan secara daring dari Desa Pabahanan, Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut bersama Brigade Pangan Muda Berkarya dan Pemuda Berkarya.

Kegiatan tersebut dihadiri Asisten Daerah Pemerintah Kabupaten Tanah Laut mewakili Bupati Tanah Laut, Kepala BBPP Binuang, Kepala Distanhorbun Kabupaten Tanah Laut, Penanggung Jawab Swasembada Pangan, Koordinator Kelompok Substansi Penyuluhan Provinsi Kalimantan Selatan, Dandim, Kapolres, perwakilan BWS Kalimantan III Banjarmasin, Perum Bulog, PT Pupuk Indonesia, jajaran UPT lingkup Kementerian Pertanian di Kalimantan Selatan, penyuluh pertanian, Brigade Pangan, kelompok tani, Gapoktan, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Dalam arahannya, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menegaskan bahwa keberhasilan swasembada pangan tidak hanya bergantung pada pembangunan infrastruktur, bantuan benih, maupun alat dan mesin pertanian, tetapi juga pada peran penyuluh pertanian sebagai ujung tombak pendampingan petani.

Arsanti meminta penyuluh pertanian dan Brigade Pangan menjadi agen perubahan yang inovatif, mampu memberikan solusi di lapangan, bergerak cepat, dan tidak menyerah menghadapi berbagai tantangan pembangunan pertanian.

Menurutnya, Gerakan Tanam Serempak merupakan langkah strategis untuk memastikan seluruh lahan hasil program Oplah dan CSR segera ditanami sehingga mampu meningkatkan produksi pangan nasional. Ia juga mengingatkan seluruh daerah agar memanfaatkan sisa ketersediaan air sebelum memasuki periode kering pada Agustus hingga September dengan memastikan benih tersedia, lahan siap tanam, jaringan irigasi berfungsi, serta pendampingan penyuluh berjalan optimal hingga panen.

Pada sesi dialog nasional, Kepala BBPP Binuang, Andi Amal Hayat Makmur, melaporkan bahwa Gerakan Tanam Serempak di Kalimantan Selatan telah berlangsung di sekitar 10 kabupaten. Khusus di Desa Pabahanan, Kecamatan Pelaihari, kegiatan tanam dilakukan pada lahan sekitar 50 hektare dengan melibatkan penyuluh pertanian, Brigade Pangan, pemerintah daerah, dan petani sebagai bentuk percepatan realisasi tanam pada lahan optimalisasi.

Ia juga menyampaikan bahwa Kalimantan Selatan turut berkontribusi dalam Gerakan Tanam Serempak melalui luasan tanam yang berasal dari Optimalisasi Lahan Tahun 2024, Optimalisasi Lahan Tahun 2025, serta Cetak Sawah Rakyat Tahun 2025 yang tersebar di berbagai kabupaten. Pendampingan intensif terus dilakukan agar target percepatan tanam tercapai dan berdampak pada peningkatan produksi padi di daerah.

Melalui momentum Gerakan Tanam Serempak Nasional ini, BBPP Binuang menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kapasitas SDM pertanian, meningkatkan kompetensi penyuluh, mendampingi Brigade Pangan, serta mempererat kolaborasi dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan. Sinergi tersebut diharapkan mampu memperluas areal tanam, meningkatkan produktivitas, dan mempercepat terwujudnya swasembada pangan nasional yang berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *