Indonesia Menyapa, Batam — Kawasan ekonomi Nagoya kembali menunjukkan taringnya sebagai episentrum perdagangan di Kota Batam. Gelaran Night Party Nagoya Lantern Festival yang berlangsung pada 13–17 Februari 2026 di Jalan Raya Nagoya Citywalk sukses mencatatkan perputaran uang yang fantastis, yakni menembus angka lebih dari Rp1 miliar.
Berdasarkan studi pengukuran multiplier effect dari Pusat Kajian Daya Saing ASEAN Politeknik Batam, total pengunjung selama lima hari acara mencapai lebih dari 6.000 orang. Antusiasme tinggi ini berdampak langsung pada 30 tenant UMKM yang terlibat, di mana produk mereka ludes terjual setiap malamnya.
Kepala BP Batam sekaligus Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menegaskan bahwa kesuksesan festival ini menjadi indikator nyata kebangkitan ekonomi kawasan tersebut. Menurutnya, hal ini sejalan dengan visi Wilayah Penataan dan Pengembangan (WPP) Prioritas “New Nagoya”.
“Nagoya adalah jantung perdagangan Batam. Saat ruang publiknya dihidupkan dan ditata dengan baik, dampaknya akan terasa langsung pada UMKM, sektor jasa, hingga pariwisata. Inilah arah pembangunan kawasan terintegrasi yang kami tuju,” ujar Amsakar, Rabu (18/2/2026).
Senada dengan hal tersebut, Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta. Ia berkomitmen agar BP Batam terus menjadi motor penggerak bagi pelaku usaha kecil di Batam.
“Pertumbuhan ekonomi yang inklusif hanya bisa terwujud jika ada fondasi kolaborasi yang kuat antara pemerintah, pengelola kawasan, dan pelaku usaha,” jelas Li Claudia.
Transformasi Menuju New Nagoya
Deputi Infrastruktur BP Batam, Mouris Limanto, menambahkan bahwa revitalisasi infrastruktur di Jalan Raya Nagoya, mulai dari pedestrian hingga pencahayaan, dirancang untuk mendukung gaya hidup modern bertaraf internasional. Festival lampion ini menjadi bukti bahwa infrastruktur yang baik dapat memicu aktivitas ekonomi yang signifikan.
Pihak swasta pun menyambut baik transformasi ini. Owner Nagoya Citywalk, Suhendro, menyatakan kesiapannya untuk terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam mengembangkan potensi wisata dan ekonomi di kawasan Nagoya secara jangka panjang.
Night Party Nagoya Lantern Festival sendiri tidak hanya merayakan Tahun Baru Imlek 2577, tetapi juga menjadi strategi aktivasi ruang publik. Festival yang menyuguhkan atraksi barongsai, fashion show, dan bazar UMKM ini berhasil menarik perhatian wisatawan domestik hingga mancanegara, termasuk dari Singapura, Malaysia, dan Brunei Darussalam.
Kebangkitan kawasan Nagoya pascapandemi ini sekaligus menjadi simbol transformasi Batam menjadi kota perdagangan, jasa, dan investasi yang semakin kompetitif di level regional.

