Anggota Komisi XI DPR RI Minta RUU Perampasan Aset Juga Sasar Kejahatan Perbankan

Peristiwa

Indonesia Menyapa, Jakarta — Anggota Komisi XI DPR RI, Harris Turino, menegaskan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset semestinya tidak boleh hanya menyasar pada tindak pidana korupsi saja.

Ia mendorong penegakan aturan tersebut bisa diterapkan terhadap seluruh tindak pidana, termasuk kejahatan di sektor perbankan dan perpajakan.

“Mengenai Undang-Undang PA. Jangan nyangkut perbankan, nggak bisa. Undang-Undang Perampasan Aset tidak bisa hanya kepada tindak pidana korupsi. Semua tindak pidana,” ujar Harris dalam keterangannya.

Menurutnya, sejumlah tindak pidana juga perlu dijerat dengan mekanisme perampasan aset. Di antaranya perdagangan orang, narkotika, senjata, hingga perdagangan organ.

“Termasuk perdagangan orang, perdagangan narkotika, perdagangan senjata, perdagangan organ. Perbankan, perpajakan. Enak amat orang gelapin pajak enggak bisa disita,” katanya.

Politikus PDIP ini menekankan tidak boleh ada pengecualian dalam penerapan RUU Perampasan Aset. Dia menilai kejahatan di sektor perbankan juga memiliki dampak yang serius.

“Karena ini menarik, kalau kita mau bersih ya bersih keseluruhan. Orang dagang narkoba, asetnya enggak bisa disita, ya, kan? Nah, kita tinggal tunggu, bareng-bareng kawal,” ungkapnya.

“Karena ini menunggu pembahasan berikutnya kan antara DPR dengan pemerintah, kan. Kita menunggu DIM dari pemerintah. Nah, dan janji dari pimpinan DPR kan sudah jelas bahwa 15 Desember akan diketok di DPR RI, ya kan. Lalu selanjutnya kan ke pemerintah untuk mengeluarkan tanda tangan presiden dan mengeluarkan peraturan pemerintahnya,” sambungnya.

Melalui pengesahan RUU Perampasan Aset, Harris berharap pengesahan bisa membantu menciptakan Indonesia yang lebih bersih dari kejahatan ekonomi. Ia kembali menegaskan tidak boleh ada sektor yang dikecualikan dalam regulasi ini.

“Harapannya Indonesia jadi lebih bersih, Pak, dengan Undang-Undang PA ini, tapi enggak bisa dikecualikan. Enggak. Bahwa ini perbankan jangan dong. Waduh, kejahatan perbankan juga sadis-sadis. Lebih sadis dari korupsi,” tutupnya.

 

Sumber: Anggota Komisi XI DPR RI Minta RUU Perampasan Aset Juga Sasar Kejahatan Perbankan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *