Indonesia Menyapa, Aceh — Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) bergerak cepat memicu kebangkitan ekonomi daerah dengan mendorong sinergi antara potensi wakaf dan ekosistem ekonomi haji dan umrah di Aceh.
Langkah strategis ini dirancang agar manfaat finansial dari ibadah saban tahun tersebut tidak melayang ke luar negeri, melainkan memberi nilai tambah nyata bagi pelaku usaha lokal.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah (PE2HU) Kemenhaj, Jaenal Effendi, menegaskan bahwa Aceh menyimpan modal kelembagaan yang sangat kuat melalui Baitul Mal Aceh dan potensi aset wakafnya.
Dalam ajang High Level Forum Road to Aceh Waqf Summit 2026 di Banda Aceh, Jaenal membeberkan besarnya perputaran uang dalam ekosistem haji.
Kebutuhan makanan siap saji atau Ready-to-Eat (RTE) saja mencapai 3 juta boks pada puncak haji, belum termasuk kebutuhan obat-obatan jemaah yang menembus angka Rp98 miliar.
Peluang usaha menggiurkan ini juga terbuka lebar pada penyediaan bumbu masakan khas Nusantara, perlengkapan jemaah, armada transportasi, akomodasi, hingga pembukaan toko oleh-oleh khas daerah di Arab Saudi.
Guna menangkap potensi raksasa tersebut, Kemenhaj memasang target tegas sesuai dengan arahan langsung dari Presiden. Dari total dana pengelolaan haji sebesar Rp18,2 triliun, minimal 30 persen di antaranya harus bisa berputar kembali dan dinikmati oleh para pelaku usaha di dalam negeri.
Potensi kuliner khas Aceh pun mulai dilirik untuk mengisi rantai pasok pangan jemaah. Ketua Baitul Mal Kota Lhokseumawe, Damanhur Abbas, mengusulkan pengolahan ikan keumamah dengan kemasan modern agar bisa menjadi pilihan pangan praktis jemaah haji dan umrah dengan dukungan dana wakaf produktif.
Selain sektor pangan, Kemenhaj turut mendorong kesiapan fasilitas penerbangan langsung dari Aceh ke Arab Saudi, optimalisasi konsumsi Asrama Haji, serta pendirian toko khusus produk Aceh di Tanah Suci.
Sinergi lintas sektor ini diharapkan mampu mencetak standar baru bagi keterlibatan UMKM daerah dalam panggung ekonomi internasional.
Sumber: Targetkan 30 Persen Dana Haji Berputar dalam Negeri, Kemenhaj Gandeng UMKM Aceh | beritajatim.com

