Sidang PBB, Presiden Iran Tampilkan Foto Anak Sekolah Korban Serangan AS

Peristiwa

Indonesia Menyapa, Jakarta — Presiden Iran Masoud Pezeshkian menampilkan foto anak-anak sekolah yang tewas akibat serangan rudal Amerika Serikat (AS) di sekolah dasar saat berpidato di Sidang Umum PBB. Pezeshkian menegaskan sikap Iran tidak akan bertekuk lutut terhadap AS.

Dilansir AFP dan BBC, Kamis (24/9/2026), Pezeshkian menuduh AS melakukan terorisme karena membunuh mantan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. Ia juga memperlihatkan foto Khamenei yang telah wafat, sebelum menegaskan kembali bahwa Teheran tidak pernah memulai perang.

“Presiden AS menyebut kami sebagai teroris. Padahal, kamilah yang menjadi korban terorisme,” ujar Pezeshkian di Sidang Umum PBB di New York, AS.

Sementara itu, delegasi AS meninggalkan ruang sidang PBB saat Pezeshkian baru saja memulai pidatonya. Namun, tidak ada tanggapan dari pihak AS.

Di tengah pidatonya, Pezeshkian juga sempat menampilkan sejumlah foto anak-anak yang menurut otoritas Iran tewas akibat serangan rudal di salah satu sekolah dasar di Minab dan kompleks olahraga di Lamerd pada Februari lalu. AS telah membantah menyerang Lamerd dan menyatakan masih menyelidiki peristiwa yang terjadi di Minab.

“Rakyat kami yang tak berdosa telah menjadi sasaran serangan pengecut dan agresi yang ditimpakan kepada negara kami. Dan kami telah membela diri dengan segenap kekuatan,” kata Pezeshkian dilansir BBC.

Di sidang PBB tersebut, Pezeshkian juga menegaskan Iran tidak akan pernah bertekuk lutut setelah hampir tujuh bulan perang dengan AS dan Israel. Namun, ia menyebut tetap terbuka terhadap solusi diplomatik untuk konflik tersebut.

Ia juga merespons pernyataan Presiden AS Donald Trump yang mengatakan sedang menghadapi keputusan besar, apakah akan bernegosiasi atau ‘memusnahkan’ Iran. Pezeshkian menyebut ancaman tersebut merupakan tanda mentalitas perundungan. Ia mengingatkan perlawanan Iran justru akan semakin kuat di tengah tekanan.

“(Trump) harus tahu bahwa perlawanan rakyat Iran justru akan semakin kuat dalam menghadapi sanksi, peningkatan tekanan, dan peningkatan tindakan perundungan. Kami tidak akan pernah menundukkan kepala atau bertekuk lutut,” ujarnya.

Namun, ia mengatakan Iran siap berdialog, diplomasi dan negosiasi tanpa menerima bahasa kekerasan. Pezeshkian menegaskan kesepakatan apapun harus mencakup penghentian blokade AS yang menghalangi kapal Iran menggunakan jalur perairan di Teluk.

“Tidak bisa dibiarkan jika semua pihak mendapat keuntungan dari Selat Hormuz sementara kami justru dilarang mengakses jalur pelayaran di perairan ini,” katanya.

Ia juga menegaskan kembali bahwa Iran tidak akan melepaskan haknya untuk memiliki program nuklir sipil dan tidak berniat mengembangkan senjata nuklir.

“Kami katakan dengan jelas: tidak ada senjata nuklir dan tidak ada pembatasan terhadap teknologi nuklir untuk tujuan damai.”

Dalam pidato Trump sebelumnya sempat menyebut bahwa perang tersebut telah mencegah Iran memperoleh bom nuklir dan menuntut para pemimpin Iran untuk “melepaskan ambisi nuklir mereka”.

 

Sumber: Sidang PBB, Presiden Iran Tampilkan Foto Anak Sekolah Korban Serangan AS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *