Digitalisasi UMKM di Bone Hadapi Tantangan, Generasi Muda Jadi Harapan

UMKM

Indonesia Menyapa, Bone — Proses digitalisasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Bone masih menghadapi berbagai kendala. Sebagian besar UMKM di daerah ini masih menjalankan usahanya secara konvensional, meskipun perkembangan teknologi semakin menuntut mereka untuk beradaptasi, Minggu, (9/3/2025).

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Bone, Wahidah, mengatakan bahwa dari total UMKM yang ada, sekitar 80% masih tergolong usaha mikro. Upaya digitalisasi terus dilakukan, tetapi belum semua pelaku usaha bisa beralih ke sistem digital. “Tantangan terbesar masih dihadapi oleh UMKM yang sudah lama berdiri, karena mereka cenderung mempertahankan cara konvensional, terutama dalam hal promosi,” jelasnya.

Sementara itu, pelaku usaha yang lebih muda umumnya lebih mudah beradaptasi dengan teknologi. Mereka sudah terbiasa menggunakan media sosial untuk mempromosikan produk dan memanfaatkan platform digital untuk memperluas jangkauan pasar.

Wahidah menambahkan bahwa Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Bone terus berupaya mendorong pelaku usaha, terutama generasi muda, agar semakin banyak UMKM yang beralih ke sistem digital. Targetnya, minimal 50% UMKM di Bone dapat menerapkan digitalisasi dalam operasional mereka.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah memberikan pelatihan dan pendampingan kepada pelaku usaha tentang pemasaran digital, pemanfaatan marketplace, serta penggunaan aplikasi keuangan digital. Selain itu, dinas juga bekerja sama dengan berbagai pihak untuk menyediakan akses teknologi yang lebih mudah bagi UMKM.

Dengan semakin pesatnya perkembangan teknologi, digitalisasi diharapkan dapat membantu UMKM di Bone meningkatkan daya saing dan memperluas pasar mereka, baik di tingkat lokal maupun nasional.

 

Sumber: RRI.co.id – Digitalisasi UMKM di Bone Hadapi Tantangan, Generasi Muda Jadi Harapan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *