Indonesia Menyapa, Tahuna — Salah seorang pembeli alat musik keroncong asal Sangihe, Aris Takaendengan mengaku tertarik dan puas terhadap produk warga binaan pemasyarakatan (WBP) Tahuna. Produk alat musik seperti gitar dan keroncong warga binaan ternya cukup berkompetisi dengan produk yang sama dipasar alat musik.
“Saya sangat terkesan dengan hasil karya Warga Binaan Lapas Tahuna. Kualitasnya sangat baik, suara alat musiknya nyaring, dan tampilannya juga menarik” tuturnya, Sabtu (8/3/2025).
Penggiat seni musik di kota Tahuna itu mengapresiasi kepala lembaga Pemasyarakatan Tahuna karena mendorong warga binaan memiliki ketrampilan.
Menurutnya, apa lagi masyarakat Sangihe memiliki budaya seni. Melalui kreativitas warga binaan memproduksi alat musik, konsumen di daerah ini cukup membeli gitar dan keroncong di dalam lembaga pemasyarakatan. Melalui penjualan hasil karya WBP, Lapas Tahuna turut menunjukkan dukungannya terhadap program akselerasi yang dicanangkan oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Drs. Agus Andrianto.
Menurutnya hasil karya tersebut adalah salah satu Program memperkuat dan meningkatkan pendayagunaan Warga Binaan dalam menghasilkan produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang berkualitas.
Sumber: RRI.co.id – Karya WBP Lapas Tahuna Meningkatkan UMKM di Sangihe

