Warga AS Protes Perang Iran, Tingkat Kepuasan Terhadap Trump Turun Jadi 32%

Peristiwa

Indonesia Menyapa, Jakarta — Survei yang dilakukan Reuters dan lembaga Ispos menunjukkan merosotnya suara Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Trump anjlok di angka 32 persen.

Dilansir Reuters, Selasa (21/9/2026), survei ini dilakukan pada Kamis (17/9) dan berlangsung selama empat hari. Survei ini melibatkan 1.277 orang dewasa di seluruh AS dan memiliki margin kesalahan sebesar 3 persen.

Hasil survei tersebut menunjukkan tingkat kepuasan terhadap pemerintahan Trump berada di angka 32 persen. Perolehan itu menjadi yang terendah dalam karir politik Trump.

Capaian tersebut ditenggarai juga sejalan dengan mulai berkurangnya dukungan dari politikus Partai Republik terhadap Trump. Temuan survei dari Reuters dan Ispos ini mengatakan politikus Partai Republik kecewa terhadap cara Trump menangani masalah biaya hidup akibat perang Iran.

Dalam survei tersebut juga memuat turunnya dukungan Partai Republik terhadap kerja pemerintahan Trump di angka 73 persen. Di survei pekan sebelumnya, ada 82 persen anggota Partai Republik yang merasa setuju mengenai pemerintahan Trump. Saat itu, angka kepuasan Trump masih berada di kisaran 35 persen.

Trump kembali ke Gedung Putih pada Januari 2025 dengan janji untuk mengendalikan inflasi dan mengakhiri perang di luar negeri. Dalam survei Reuters/Ipsos yang dilakukan beberapa jam setelah pelantikan pertamanya, ia memiliki tingkat dukungan sebesar 47 persen.

Hanya 17 persen responden dalam survei terbaru ini yang menyetujui cara Trump menangani masalah biaya hidup. Isu tersebut menjadi hal utama bagi warga Amerika untuk menentukan pilihan mereka dalam pemilihan umum sela tanggal 3 November mendatang.

Ketidakpuasan di kalangan anggota Partai Republik mengenai masalah ini terus meningkat sejak Trump memulai perang melawan Iran pada bulan Februari, yang menyebabkan lonjakan tajam harga bensin dan solar.

Kini, untuk pertama kalinya, jumlah anggota Partai Republik yang tidak menyetujui cara Trump menangani biaya hidup melampaui mereka yang mendukungnya, yakni 51 persen berbanding 44 persen.

Jajak pendapat Reuters/Ipsos menunjukkan bahwa pemilih terdaftar lebih memilih Partai Demokrat dibandingkan Partai Republik dengan perolehan 43 persen berbanding 35 persen. Selisih 8 poin ini merupakan keunggulan terbesar bagi Partai Demokrat dalam jajak pendapat Reuters/Ipsos tahun ini.

Trump tetap populer di kalangan anggota Partai Republik terkait isu imigrasi dengan dukungan sebesar 79 persen dari partainya. Namun secara keseluruhan, hanya 36 persen masyarakat Amerika yang mendukung pendekatannya terhadap masalah ini, sementara 55 persen menyatakan ketidaksetujuan.

Sejumlah sekutu Trump dari Partai Republik di Kongres telah memperingatkan bahwa kampanye agresifnya untuk mendeportasi imigran ilegal berisiko menjauhkan dukungan pemilih yang memiliki anggota keluarga imigran baru di Amerika, seperti sebagian warga Hispanik.

Khusus masalah terkait perang Iran, survei terbaru dari Reuters/Ispos ini menunjukkan hanya 24 persen warga Amerika yang mendukung pendekatan Trump terhadap konflik dengan Iran.

 

Sumber: Warga AS Protes Perang Iran, Tingkat Kepuasan Terhadap Trump Turun Jadi 32%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *