UMKM di Tepian Sungai Kayan Tanjung Selor Ramah Disabilitas, Beri Diskon 10 hingga 100 Persen

UMKM

Indonesia Menyapa, Tanjung Selor — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) BulunganKalimantan Utara ( Kaltara ) resmi menetapkan program Bulungan Inklusi Ramah Disabilitas (BIRD).

Di mana melalui program ini, para pelaku UMKM di Taman Tepian Sungai KayanTanjung Selor ramah terhadap penyandang disabilitas.

UMKM adalah singkatan dari Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, yaitu jenis usaha ekonomi produktif yang dijalankan oleh individu atau badan usaha kecil yang berdiri sendiri.

Penetapan dilakukan oleh Bupati Bulungan Syarwani pada Minggu (12/10/2025) malam.

Ditandai dengan pemasangan stiker tanda BIRD pada both atau tempat berjualan para UMKM di sepanjang Taman Tepian Sungai Kayan.

Program inovatif ini sendiri, merupakan hasil kolaborasi antar Pemkab Bulungan, Yayasan Faqih Hasan Centre dan Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP) Bulungan sebagai perangkat daerah pengampu sektor UMKM.

Bupati Bulungan Syarwani menjelaskan, program BIRD merupakan langkah nyata pemerintah daerah untuk menciptakan lingkungan usaha yang inklusif dan menghargai keberagaman.

 

BUPATI BULUNGAN SYARWANI  - Bupati Bulungan, Syarwani.
BUPATI BULUNGAN SYARWANI – Bupati Bulungan, Syarwani. (TRIBUNKALTARA.COM)

 

“Program Bulungan Inklusi Ramah Disabilitas atau BIRD digagas oleh Yayasan Faqih Hasan Centre selaku mitra pemerintah, untuk mengajak seluruh pengusaha UMKM agar memberikan konsesi berupa potongan harga kepada penyandang disabilitas,” kata Syarwani, Minggu (12/10/2025) malam.

Program ini memberikan kesempatan bagi penyandang disabilitas di Bulungan untuk mendapatkan diskon makanan dan minuman di berbagai gerai UMKM.

Syarwani menegaskan, inisiatif tersebut menjadi bukti kehadiran pemerintah di tengah masyarakat, terutama bagi kelompok rentan seperti penyandang disabilitas.

“BIRD adalah wujud nyata bahwa Pemerintah Kabupaten Bulungan hadir untuk semua kalangan tanpa diskriminasi,” tegas Syarwani.

Penetapan UMKM Tepian Kayan dan Tebu Kayan sebagai lokasi percontohan program BIRD menjadi langkah awal penerapan kebijakan inklusi ekonomi di Bulungan.

Pengusaha di kawasan tersebut berkomitmen memberikan diskon antar 10 persen hingga 100 persen atau gratis, sesuai mekanisme yang disepakati bersama.

“Kepedulian pengusaha UMKM terhadap penyandang disabilitas sangat luar biasa.

Mereka rela memberikan diskon hingga gratis, sebagai bentuk penghormatan dan empati,” bebernya.

Syarwani menambahkan, ini juga sejalan dengan program super prioritas Pemda Bulungan, yakni Mitra Bulungan Berdaulat dan SIAP Pro Lansia dan Disabilitas Prioritas.

“Inisiatif ini menjadi bagian dari komitmen kami dalam mewujudkan daerah yang inklusif, berkeadilan dan berpihak pada kelompok disabilitas,” tambahnya.

Adapun mekanisme pemberian diskon diatur dengan jelas.

Penyandang disabilitas dewasa wajib menunjukkan kartu disabilitas dan KTP, sedangkan pelajar penyandang disabilitas cukup menunjukkan kartu pelajar SLB atau sekolah inklusi.

“Diskon hanya berlaku bagi penerima yang dapat menunjukkan identitas resmi tersebut,” ungkapnya.

Dengan adanya program BIRD, Pemkab Bulungan berharap seluruh pelaku UMKM di wilayah lain turut terlibat dalam gerakan ekonomi inklusif ini.

“Kita ingin semangat ini menular ke seluruh pengusaha UMKM di Bulungan.

Karena kesejahteraan tidak boleh eksklusif, tetapi harus dirasakan oleh semua,” imbuh Syarwani.

 

Sumber: UMKM di Tepian Sungai Kayan Tanjung Selor Ramah Disabilitas, Beri Diskon 10 hingga 100 Persen – Halaman all – Tribunkaltara.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *