UMKM di Pesawaran Berharap Pemkab Permudah Ajukan Pinjaman Modal

UMKM

Indonesia Menyapa, Pesawaran — Usaha mikro pengolahan kopi lokal di Kabupaten Pesawaran menurut salah satu pelaku usaha dinilai berkontribusi bagi perekonomian, terutama bagi masyarakat sekitar.

Salah satunya Kopi Sakti 99, UMKM yang dikelola Winardi Yusuf di Desa Gedong Tataan, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran.

Usaha ini bergerak di bidang jual beli kopi bubuk dan kopi beras, dan selama bertahun-tahun menjadi sumber penghasilan yang mendukung kebutuhan keluarga.

Tidak hanya memberi manfaat secara personal, keberadaan Kopi Sakti 99 juga membuka peluang kerja bagi warga sekitar.

Winardi mengatakan usaha yang ia rintis mampu membantu masyarakat yang membutuhkan tambahan penghasilan.

“Kontribusi usaha ini besar. Selain membantu perekonomian keluarga, kami juga bisa mempekerjakan warga sekitar,” ujarnya kepada Tribun Lampung, Kamis (4/12/2025).

Namun, usaha yang dijalankan Winardi tidak lepas dari berbagai tantangan.

Kendala utama yang dihadapi adalah permodalan.

Ia menuturkan, kebutuhan modal semakin meningkat seiring naiknya harga bahan baku kopi.

Kondisi tersebut membuat biaya produksi membengkak dan berdampak pada kapasitas usaha.

“Kami kesulitan mencari bahan baku karena harganya sangat mahal sekarang,” kata Winardi.

Selain bahan baku, biaya pengiriman produk kepada konsumen juga menjadi masalah tersendiri.

Ongkos kirim yang terus naik membuat margin keuntungan semakin menipis, terutama ketika harus melayani pembeli dari luar daerah.

Meski permintaan terhadap produk kopi lokal masih stabil, biaya distribusi yang meningkat menjadi beban tambahan bagi pelaku UMKM.

Winardi mengungkapkan bahwa hingga kini ia belum pernah menerima bantuan dari pemerintah daerah.

Ia menyebut pernah mengajukan permohonan bantuan alat giling kopi bubuk, namun belum mendapatkan persetujuan.

“Selama usaha berjalan, kami belum pernah mendapat bantuan apa pun dari pemerintah,” ungkapnya.

Di tengah berbagai keterbatasan tersebut, Winardi melihat perkembangan UMKM di Pesawaran justru semakin pesat.

Menurutnya, banyaknya usaha kecil menunjukkan bahwa sektor ini memiliki ketahanan kuat sebagai penopang ekonomi masyarakat.

“UMKM sangat membantu, karena perputaran ekonomi di Pesawaran kini semakin cepat,” katanya.

Meski begitu, ia menilai dukungan pemerintah tetap dibutuhkan, terutama dalam hal kemudahan mengakses permodalan dan pendampingan strategi pemasaran.

Winardi berharap adanya program yang mempermudah pelaku UMKM mengajukan pinjaman modal serta pelatihan untuk memperluas pasar.

“Semoga pemerintah mempermudah pelaku UMKM yang kesulitan mencari bantuan modal,” ucapnya.

Dengan berkembangnya Kopi Sakti 99 dan UMKM lainnya di Pesawaran, Winardi berharap dukungan pemerintah dapat mempercepat pertumbuhan usaha kecil dan memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Ia meyakini perputaran ekonomi daerah akan semakin kuat apabila pelaku UMKM didorong melalui akses pembiayaan, peralatan, dan pemasaran yang lebih mudah dan terjangkau.

 

Sumber: UMKM di Pesawaran Berharap Pemkab Permudah Ajukan Pinjaman Modal – Tribunlampung.co.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *