Teknisi Lab Rusia Tewas, Trump Sebut Tak Terkait Senjata Biologis

Peristiwa

Indonesia Menyapa, Jakarta — Presiden AS Donald Trump mengatakan insiden kematian seorang teknisi laboratorium wabah pes di Rusia tidak terkait dengan isu senjata biologis. Trump berharap hal buruk tak terjadi terkait hal tersebut.

Dilansir AFP dan Anadolu, Kamis (8/10/2026), hal itu disampaikan Trump saat ditanya oleh wartawan di Gedung Putih.

“Yah, menurut kami tidak demikian. Kami akan segera mengetahuinya, tetapi menurut kami bukan itu,” kata Trump saat ditanya apakah wabah itu merupakan senjata biologis.

Sebelumnya, Rusia telah memperingatkan agar tidak menyebarkan informasi ‘keliru’ seiring munculnya laporan mengenai dugaan kasus kedua. AS dan PBB telah mendesak Rusia untuk bersikap lebih transparan.

Trump mengatakan Rusia bersikeras menyatakan situasi telah terkendali. Namun Trump menyayangkan informasi yang tertutup. Trump lalu merespons dengan hati-hati.

“Jika Anda mendengarkan mereka, situasinya terkendali. Namun Anda tahu, orang-orang pernah mengatakan hal serupa sebelumnya terkait masalah lain,” kata Trump menanggapi respons Moskow.

Trump berharap situasi tersebut tetap terkendali dan pihak berwenang mampu menangani wabah itu.

“Jadi, kami berharap penanganannya sangat canggih dan cerdas, dan mereka mengatakan situasinya sangat terkendali,” katanya.

“Jadi, kami berharap hal buruk tidak terjadi,” tambahnya.

Merujuk pada respons awal Tiongkok terhadap pandemi Covid, Trump menambahkan,”Yah, Tiongkok tidak banyak bicara, dan Rusia juga tidak banyak bicara. Namun mereka mengatakan bahwa mereka sangat menguasai situasi tersebut.”

Selain itu, Trump kembali menyampaikan bahwa ia dijadwalkan menelepon Presiden Rusia Vladimir Putin mengenai masalah ini. Namun ia tidak menyebutkan kapan waktunya.

“Hari ini adalah ulang tahun Vladimir Putin,” tambah Trump.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS menyatakan bahwa pihaknya memantau dengan cermat laporan mengenai dugaan kasus pes pneumonik di Rusia.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus, mendesak Rusia untuk bersikap transparan mengenai kematian seorang teknisi laboratorium di pusat penelitian wabah pes di Siberia. Kematian itu memicu kekhawatiran wabah pes, dengan ratusan orang dikarantina.

“Berbagi informasi yang tepat waktu, lengkap, dan transparan sesuai dengan Peraturan Kesehatan Internasional sangatlah penting untuk mengklarifikasi laporan yang saling bertentangan, dan memungkinkan penilaian yang akurat mengenai potensi risiko kesehatan masyarakat,” tegas Tedros dalam pernyataan via media sosial X, seperti dilansir AFP, Rabu (7/10/2026).

 

Sumber: Teknisi Lab Rusia Tewas, Trump Sebut Tak Terkait Senjata Biologis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *