Rentetan Serangan Houthi ke Riyadh yang Kembali Telan Korban

Peristiwa

Indonesia Menyapa, Jakarta — Kelompok Houthi melakukan serangkaian serangan di Ibu Kota Arab Saudi, Riyadh. Serangan-serangan tersebut telah menelan banyak korban.

Awalnya, pada Minggu (4/10), kelompok Houthi di Yaman mengklaim telah melancarkan serangan terhadap fasilitas perusahaan minyak Arab Saudi, Aramco, di Riyadh. Klaim tersebut disampaikan melalui media yang berafiliasi dengan kelompok Houthi.

Dilansir AFP, juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, mengatakan serangan tersebut menyasar fasilitas Aramco menggunakan rudal balistik dan pesawat nirawak (drone). Serangan berlangsung pada Sabtu (3/10) waktu setempat.

 

Luncurkan Rudal ke Bandara

Dilansir AFP, Jumat (9/10), juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, mengatakan kelompok yang didukung Iran tersebut telah meluncurkan dua rudal ke Bandara Riyadh.

Mereka juga meluncurkan satu rudal ke bandara di Najran dan satu lagi ke pangkalan udara di Khamis Mushait.

Otoritas Penerbangan Sipil Saudi, dalam pernyataan melalui media sosial X yang dilansir Reuters dan AFP, mengatakan serangan pertama menargetkan fasilitas bandara, sedangkan serangan kedua menghantam sebuah pesawat komersial milik maskapai nasional Saudia Airlines.

“Serangan-serangan itu mengakibatkan gugurnya tiga warga negara Saudi,” demikian pernyataan Otoritas Penerbangan Sipil Saudi.

Pernyataan itu juga menyebutkan bahwa beberapa orang mengalami luka-luka dengan kondisi yang bervariasi, mulai dari ringan hingga berat. Serangan pada Kamis (8/10) waktu setempat itu juga menyebabkan kerusakan materiil.

Dalam pernyataan terpisah, maskapai Saudia Airlines mengumumkan bahwa salah satu pilot mereka tewas akibat serangan di Bandara Internasional King Khalid. Mereka juga mengakui bahwa salah satu pesawat mereka rusak akibat serangan yang sama.

“Dengan kesedihan mendalam, Saudia mengumumkan meninggalnya Kapten Hamoud Ali Alkalthami,” demikian pernyataan maskapai Saudia Airlines.

 

Kembali Serang Bandara Riyadh

Kelompok Houthi Yaman kembali menyerang bandara di Riyadh, Arab Saudi. Serangan tersebut menggunakan rudal.

“Kelompok Houthi menyerang sasaran sipil. Bandara Riyadh adalah sasaran sipil,” ujar sebuah sumber diplomatik kepada AFP, Sabtu (10/10).

Sebuah sumber di rumah sakit setempat mengatakan kepada AFP bahwa lima orang dirawat di unit perawatan intensif akibat luka-luka yang diderita di bandara. Sumber tersebut juga menyebutkan bahwa secara keseluruhan “puluhan orang terluka”.

“Puluhan orang terluka, sebagian besar merupakan warga negara Arab Saudi. Setidaknya lima orang yang terluka-yang semuanya warga negara Arab Saudi-sedang menjalani perawatan intensif,” ujar sumber tersebut kepada AFP. Sumber itu menambahkan bahwa beberapa pasien dibawa menggunakan helikopter.

Otoritas Arab Saudi tidak mengonfirmasi adanya serangan baru maupun evakuasi. Namun, seorang saksi mata mengaku mendengar suara ledakan saat sedang menunggu untuk naik pesawat, sementara saksi lainnya mengatakan mereka melihat serangan yang menyebabkan sejumlah orang terluka.

“Saya berada di gerbang 403 di terminal penerbangan domestik,” ujar saksi mata tersebut kepada AFP.

“Saya melihat gerbang 401 terkena serangan. Saya melihat orang-orang terluka tepat di depan mata saya. Semua orang berlarian,” katanya.

 

12 Orang Tewas

Kelompok Houthi di Yaman menyerang Bandara Internasional Riyadh, Arab Saudi, dengan rudal. Akibatnya, 12 orang tewas.

Dilansir AFP, Minggu (11/10), serangan terhadap Bandara Riyadh menewaskan sedikitnya 12 orang dan melukai 309 lainnya, menurut pernyataan otoritas penerbangan sipil.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan ia akan segera memutuskan apakah akan bergabung dalam serangan Saudi terhadap kelompok Houthi yang didukung Iran, menyusul serangan terhadap Bandara Riyadh.

“Kami mungkin akan melakukannya. Kami akan mempertimbangkannya. Kami baru saja mengetahui tentang serangan terkini itu, jadi kami akan mengambil keputusan,” ujar Trump kepada para wartawan di Gedung Putih.

“Kami bertindak sangat cepat,” lanjutnya.

Kedutaan besar sejumlah negara asing di Arab Saudi memperingatkan warga mereka untuk menjauhi Bandara Riyadh. Inggris, Kanada, Jerman, Spanyol, dan Amerika Serikat mengimbau warga negara mereka untuk menghindari bandara tersebut dan mematuhi instruksi keamanan setempat.

Kedutaan Besar Spanyol, dalam pesannya di platform X, menyatakan bahwa peringatan tersebut dikeluarkan akibat adanya “serangan baru” oleh kelompok Houthi terhadap bandara itu. Sebelumnya, para saksi mata mengatakan kepada AFP bahwa perintah evakuasi telah dikeluarkan di lokasi tersebut.

Secara terpisah, seorang sumber diplomatik mengatakan kepada AFP bahwa kelompok Houthi telah menghantam bandara tersebut dengan rudal sekitar pukul 12.00 waktu setempat.

 

Sumber: Rentetan Serangan Houthi ke Riyadh yang Kembali Telan Korban

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *