Indonesia Menyapa, Jakarta — Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi mengungkapkan keprihatinan atas temuan ratusan senjata, narkotika, serta 25 keping CD/VCD bermuatan pornografi di salah satu ruangan sekolah di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
Arifah meminta pihak sekolah memastikan para siswa tetap dapat belajar dengan aman dan tidak terdampak secara langsung maupun psikologis akibat temuan tersebut.
“Kami prihatin atas temuan ini. Kami ingin sekolah dapat memastikan anak-anak tetap merasa aman belajar dan tidak terdampak, baik secara langsung maupun psikologis atas kasus yang terjadi di sekolah mereka,” ujar Arifah dalam keterangannya, Sabtu (8/8/2026).
Arifah mengingatkan agar semua pihak dapat menjaga privasi anak-anak.
Dirinya juga masyarakat tidak memberikan stigma akibat kasus maupun pemberitaan yang berkembang.
“Anak tidak boleh menjadi korban dari persoalan yang bukan tanggung jawab mereka. Mari kita jaga privasi dan kondisi psikologis anak agar mereka masih bisa belajar dengan nyaman,” tuturnya.
Menurut Arifah, pihak sekolah perlu melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap ruangan dan fasilitas sekolah.
Pengawasan juga perlu diperkuat untuk memastikan lingkungan pendidikan tetap aman dan mendukung tumbuh kembang anak.
Di sisi lain, Arifah meminta masyarakat tidak mendahului hasil pemeriksaan kepolisian.
Ia menegaskan pemerintah menghormati proses penyelidikan yang sedang berjalan.
“Kami menghormati proses penyelidikan yang sedang berjalan dan menyerahkan pendalaman kasus ini kepada kepolisian. Kami tidak akan mendahului proses hukum. Namun, kepentingan terbaik bagi anak tetap menjadi prioritas,” ungkapnya.
Arifah mendukung pihak yayasan yang telah melaporkan temuan tersebut kepada kepolisian.
Ia juga mengapresiasi respons polisi dalam menindaklanjuti laporan tersebut.
“Kami berharap proses penyelidikan berjalan transparan dan akuntabel hingga tuntas,” ujar Arifah.
Kementerian PPPA, lanjut Arifah, akan berkoordinasi dengan kepolisian, Dinas Pendidikan, dan Dinas PPPA DKI Jakarta untuk memantau penanganan kasus tersebut.
Koordinasi dilakukan untuk memastikan aspek perlindungan anak tetap menjadi perhatian dalam setiap tahapan penanganan kasus.
Arifah juga menyarankan sekolah menerapkan sistem Satuan Pendidikan Ramah Anak serta menyediakan pendampingan psikososial bagi peserta didik, tenaga pendidik, maupun orang tua yang membutuhkan.
Sebelumnya, dari hasil penyelidikan petugas menemukan dokumen impor RSI 5483/12/2008 terkait penemuan ratusan senjata di Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan (Jaksel).
Dari 996 senjata yang ditemukan di lokasi satu di antaranya senpi Franchi SPAS-15 kaliber 12 GA yang diimpor dari luar negeri.
Senpi tersebut disebut polisi milik pria inisial DS yang sudah meninggal pada tahun 2020.
Sisanya pucuk senapan angin, dengan rincian 4 pucuk senapan angin kaliber 4,5 mm, 215 pucuk pistol angin kaliber 4,5 mm, 776 pucuk revolver angin kaliber 4,5 mm.
Senjata itu disimpan dalam ruangan IWD selaku mantan ketua yayasan sekolah.
Sesuai ketentuan Peraturan Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2022, importir harus memberitahukan dokumen importir senjata juga penyimpanannya.
Subdit Wasendak Direktorat Intelkam Polda Metro Jaya saat ini masih melakukan serangkaian pendalaman.
Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan AKP Joko Adi Wibowo menyampaikan petugas sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Dari hasil olah TKP tersebut, polisi menemukan sebanyak 995 airsoft gun yang terdiri dari 776 airsoft gun jenis revolver dan 215 airsoft gun jenis pistol.
Selain itu, petugas juga menemukan empat pucuk senapan angin, satu pucuk senjata api merek Franchi, serta empat laras senjata panjang pabrikan.
“Barang-barang tersebut, senjata api berikut empat laras senjata panjang diamankan Unit Reskrim kemudian airsoft gun-nya dititipkan di Wasendak Polda Metro Jaya,” ujarnya.
Tak hanya senjata, polisi juga menemukan barang yang diduga narkotika saat penggeledahan lanjutan pada Rabu (5/8/2026).
“Selain barang-barang itu, pada tanggal 5 Agustus kemarin ditemukan juga dua linting diduga narkotika jenis ganja dan juga ada satu paket diduga sabu yang saat ini barangnya ditindaklanjuti di Satnarkoba Polres Jakarta Selatan,” kata Joko.
Saat ini, penyelidikan terkait asal-usul senjata maupun temuan barang yang diduga narkotika tersebut masih terus dilakukan polisi.
Sumber: Ratusan Senjata Ditemukan di Sekolah, Menteri PPPA Minta Keamanan Siswa Dijamin

