Indonesia Menyapa, Lombok Barat — Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Purwokerto memperkuat program pengembangan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Banyumas Raya meliputi Kabupaten Banyumas, Cilacap, Purbalingga, dan Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah, melalui digitalisasi, peningkatan produktivitas, hilirisasi pangan, akses pembiayaan, serta perluasan pasar hingga ekspor.
Kepala Kantor Perwakilan BI (KPw BI) Purwokerto Aswin Gantina di sela kegiatan Capacity Building Media Tahun 2026, di Senggigi, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Rabu, mengatakan pengembangan UMKM dilakukan secara terintegrasi dari sisi hulu hingga hilir.
“Program unggulan tersebut mencakup digital farming pada klaster pangan strategis, onboarding UMKM ke platform digital, hilirisasi produk pangan, fasilitasi business matching dengan lembaga keuangan, pengembangan UMKM hijau, serta pendampingan UMKM berorientasi ekspor,” katanya pula.
Pihaknya juga mendorong peningkatan produktivitas klaster melalui penerapan praktik terbaik dan memfasilitasi promosi perdagangan bagi UMKM yang berorientasi ekspor.
Ia menyebutkan berdasarkan data KPw BI Purwokerto, sepanjang 2019-2025 sebanyak 60 UMKM di Banyumas Raya telah berhasil melakukan transformasi digital.
Pada periode yang sama, lebih dari 25 UMKM mendapatkan pembiayaan dengan total lebih dari Rp3 miliar, sedangkan 15 UMKM berhasil melakukan ekspor, baik secara langsung maupun melalui agregator.
Pada sektor pangan, sebanyak 11 gabungan kelompok tani (gapoktan) telah menjalani digitalisasi pada sisi hulu dan lima gapoktan pada sisi hilir. Selain itu, delapan gapoktan telah melakukan hilirisasi produk pertanian dan 10 gapoktan pangan berhasil meningkatkan produktivitas.
Di samping itu, KPw BI Purwokerto setiap tahun menyelenggarakan Karya Kreatif Serayu (KKS) sebagai kegiatan unggulan pengembangan UMKM Banyumas Raya dalam rangka memperluas akses pasar
“Pada 2023-2025, lebih dari 15 UMKM juga mengikuti kegiatan promosi perdagangan di luar negeri,” kata Aswin.
Selain pengembangan UMKM, pihaknya juga menjalankan program ekonomi dan keuangan syariah melalui penguatan ekosistem produk halal, keuangan syariah, literasi dan gaya hidup halal.
Ia mengatakan program tersebut antara lain fasilitasi sertifikasi halal, pembentukan Zona Kuliner Halal, Aman, dan Sehat (KHAS), penguatan UMKM pesantren, serta pengembangan pariwisata ramah Muslim.
“Kami juga mengembangkan inovasi sistem pembayaran digital dan mendorong akselerasi penggunaan QRIS sebagai bagian dari penguatan ekosistem ekonomi dan keuangan digital di Banyumas Raya,” katanya lagi.
Sumber: BI Purwokerto memperkuat program unggulan pengembangan UMKM – ANTARA News Jateng

