Indonesia Menyapa, Jakarta — Operasi SAR gabungan kecelakaan kapal KM Virgo Transport 8 di Perairan Laut Jawa, Kalimantan Selatan terhitung telah berlangsung selama tiga pekan atau telah memasuki hari ke-21 pada Sabtu (3/10/2026) kemarin.
Selama itu pula ribuan personel berjibaku mengevakuasi korban selamat maupun korban meninggal dalam peristiwa nahas yang terjadi pada 13 September 2026 itu.
Hingga kemarin malam, tercatat jumlah korban yang masih dalam pencarian mencapai 55 orang dari total 243 orang yang masuk dalam manifes kapal KM Virgo.
Tim SAR gabungan juga telah mengevakuasi total 188 orang korban.
Sebanyak 108 korban di antaranya dievakuasi dalam kondisi selamat, dan 80 orang dievakuasi dalam kondisi meninggal dunia.
Dari 80 jenazah korban yang dievakuasi, sebanyak 50 di antaranya dievakuasi tim penyelam gabungan.
Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Kabasarnas) Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii menjelaskan SAR gabungan itu telah melibatkan unsur darat, laut, udara serta seluruh potensi SAR nasional khususnya dari TNI, Polri, Kementerian, Lembaga, dan swasta.
Hal itu disampaikannya saat konferensi pers pada Sabtu (3/10/2026).
“Saya sampaikan 7 pesawat udara kita operasikan selama ini, 24 kapal besar kita operasikan, dan 63 personel yang memiliki kemampuan khusus untuk melaksanakan SAR underwater (penyelam). Jumlah personel yang terlibat lebih dari 1.200 personel,” kata Syafii di Kanal Youtube BASARNAS OFFICIAL pada Sabtu (3/10/2026) malam.
Dia menjelaskan, selama pelaksanaan pencarian tidak hanya dilakukan dengan satu metode, melainkan juga melalui beberapa pendekatan.
Mulai dari pencarian melalui udara, permukaan laut, dan pesisir pantai, serta pencarian di bawah air dengan penyelaman.
Selain itu, kata Syafii, area pencarian hingga saat ini mencakup Provinsi Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat.
“Artinya, operasi telah mengalami perkembangan dari pencarian yang semula terfokus di sekitar lokasi kecelakaan menjadi pencarian dengan cakupan wilayah yang lebih luas berdasarkan penemuan korban dan perkembangan situasi,” ungkapnya.
Berdasarkan sejumlah pertimbangan termasuk keselamatan personel SAR gabungan, Syafii mengatakan operasi SAR tetap dilaksanakan secara simultan selama proses salvage (mengangkat kapal) berlangsung.
Fokus operasi, kata dia, dialihkan dan dioptimalkan melalui pencarian permukaan dan pencarian pesisir pantai.
Area prioritas meliputi Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat.
Pencarian di area prioritas itu dilakukan dengan penyesuaian berdasarkan perkiraan arah hanyut, kondisi arus, angin, gelombang, dan perkembangan temuan di lapangan serta melibatkan perkuatan yang akan disesuaikan sesuai dengan kebutuhan.
Syafii mengatakan dengan pendekatan itu, Tim SAR gabungan tetap menjaga dua tujuan secara bersamaan.
Pertama, mempertahankan upaya pencarian terhadap korban yang masih belum diketemukan.
Kedua, mencegah terjadinya resiko yang tidak terkendali terhadap personel-personel yang melaksanakan operasi SAR.
“Sebagai kesimpulan, dapat kami sampaikan bahwa pelaksanaan operasi SAR KMP Virgo Transport 8 tetap dilaksanakan,” ungkapnya.
“Operasi SAR gabungan nasional akan kami sesuaikan dan kami alihkan kepada operasi SAR di wilayah Kantor SAR Banjarmasin, Kantor SAR Palangkaraya, dan Kantor SAR Pontianak, serta mendorong dan mendukung kegiatan salvage guna memastikan evakuasi atau guna memastikan pencarian dan evakuasi korban di dalam badan kapal,” pungkasnya.
Sumber: Rangkuman 3 Pekan Operasi SAR Gabungan KM Virgo: 55 Korban dalam Pencarian 1.200 Personel Dikerahkan

