Puluhan Santri Korban Pencabulan di Pati Takut Melapor Karena Pelaku Masih Berkeliaran

Peristiwa

Indonesia Menyapa, Jakarta — Banyak santri korban dugaan kekerasan seksual di pondok pesantren (ponpes) Ndolo Kusumo di Pati Jawa Tengah ingin melaporkan pelaku namun takut.

Kuasa hukum korban  Ali Yusron menyebut terduga pelaku yakni pengasuh ponpes berinisial AS (52) belum ditangkap polisi sehingga santri masih takut.

Sejauh ini polisi mencatat baru ada satu laporan resmi dari korban dugaan kekerasan seksual.

“Yang penting ditangkap dulu lalu ditahan. Ini (rencana) ada yang lapor nanti tiga orang, korban-korban ini pada takut. Kalau nanti ditangkap, ditahan, baru mereka lapor lagi,” kata Ali Yusron dikutip dari Kompas.TV, Kamis (7/5/2026).

Menurut dia para korban yang jumlahnya puluhan santri itu masih merasa trauma.

Ali mengungkap dulu tersangka akan memukul korban jika tidak mengikuti keinginannya.

Bahkan, kata dia, tersangka juga mengancam akan mengeluarkan korban dari ponpes.

“Pokoknya harus mengikuti ajakan Pak Kiai tersebut. Traumanya seperti itu, dan diancam akan dikeluarkan dari pondok pesantren,” ucapnya.

Ali dalam kesempatan itu juga mengungkap dirinya sempat ditawari uang ratusan juta rupiah oleh tersangka.

Ia menyebut tawaran uang tutup mulut tersebut disampaikan melalui orang suruhan tersangka.

“Kemarin waktu sebelum (penetapan) tersangka, itu ketika saya kawal serius, saya didatangi oleh suruhan dari AS, tersangka ini, diberikan uang 300 (juta), saya tolak. Yang kedua, 400 (juta) saya tolak, saya diancam,” bebernya.

Namun, Ali mengaku tidak masalah dengan adanya ancaman yang datang pada dirinya dalam proses pengawalan kasus ini.

Ia menyebut dirinya ingin kasus ini terungkap secara terang benderang.

“Saya yakin ada korban-korban untuk yang lain. Saya yakin ini ada rangkaian-rangkaian peristiwa ini, ketua yayasannya juga nanti bisa kena ini, karena dia tahu sebetulnya,” ucapnya.

Dalam proses penawaran uang tutup mulut tersebut, Ali menyebut dia hanya bertemu orang suruhan tersangka, sementara AS sendiri berada di mobil.

Ali menegaskan kasus dugaan kekerasan seksual oleh AS harus diungkap karena ada banyak korban.

Ia menyebut dugaan jumlah korban dalam kasus ini ada 30-50 orang, menurut keterangan dari korban dan ayah korban.

 

KEKERASAN SEKSUAL PONPES — Sejumlah warga membentangkan spanduk unjuk rasa di depan kediaman pengasuh Pesantren Ndolo Kusumo, Ashari, yang terjerat kasus kekerasan seksual terhadap santri di Tlogosari, Pati, Jawa Tengah, Sabtu (2/5/2026). Buntut peristiwa tersebut, Kementerian Agama berencana mencabut izin operasional pesantren dan menjamin keberlanjutan pendidikan 252 santri dengan memfasilitasi kepindahan mereka ke sejumlah sekolah rujukan.
KEKERASAN SEKSUAL PONPES — Sejumlah warga membentangkan spanduk unjuk rasa di depan kediaman pengasuh Pesantren Ndolo Kusumo, Ashari, yang terjerat kasus kekerasan seksual terhadap santri di Tlogosari, Pati, Jawa Tengah, Sabtu (2/5/2026). Buntut peristiwa tersebut, Kementerian Agama berencana mencabut izin operasional pesantren dan menjamin keberlanjutan pendidikan 252 santri dengan memfasilitasi kepindahan mereka ke sejumlah sekolah rujukan. (TribunJateng.com)

 

Pelaku menghilang?

Keberadaan Ashari, kiai sekaligus pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Ndholo Kusumo di Pati, Jawa Tengah yang menjadi tersangka dugaan pencabulan santriwati, masih menjadi misteri.

Bahkan pihak keluarga mengaku tak mengetahui keberadaan tersangka.

Hal ini disampaikan oleh Wakasat Reskrim Polresta Pati, AKP Iswantoro.

Dia mengungkapkan Ashari sengaja memutus komunikasi dengan orang terdekatnya.

“Pelaku saat ini memang tidak kooperatif, tidak memberikan info apa pun kepada PH (penasihat hukum) maupun kepada penyidik,” jelas Iswantoro pada Rabu (6/5/2026), dikutip dari Tribun Jateng.

Iswantoro juga mengungkapkan bahwa tersangka sempat berjanji untuk kooperatif. Namun kenyataannya, Ashari justru memutus komunikasi.

“Pihak keluarga juga tidak mengetahui keberadaan pelaku di mana,” tuturnya.

 

Hilang 3 bulan lalu

Salah satu warga yang tinggal di sekitar ponpes, Ahmad Nawawi menyebut tersangka memang sudah tidak terlihat di lingkungan pesantren.

Dia memperoleh informasi bahwa Ashari sudah menghilang sejak tiga bulan lalu.

Selain itu, Nawawi juga mendapat laporan bahwa tersangka sempat terlihat di Kabupaten Kudus, Jateng, pada Senin (4/5/2026) untuk mengadakan acara mingguan.

“Kalau tidak ada tindakan secepatnya dari Kapolresta Pati, kami warga akan mengadakan aksi kedua secara besar-besaran di Mapolresta Pati,” katanya.

Lebih lanjut, ia membenarkan bahwa sosok Ashari sudah meresahkan bagi warga sekitar bahkan sebelum kasus dugaan pencabulan yang dilakukannya viral di media sosial.

Dia menyebut tersangka juga diduga terlibat dalam kasus pemerasan dan penipuan.

“Masyarakat sudah resah karena banyaknya korban, adanya pemerasan, penipuan, dan pencabulan seksual pada santri putri, khususnya anak di bawah umur,” ungkapnya.

 

Sumber: Puluhan Santri Korban Pencabulan di Pati Takut Melapor Karena Pelaku Masih Berkeliaran – TribunNews.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *