Presiden Iran Siap Lawan Sanksi Baru AS: Mereka Tak Akan Capai Apa Pun

Peristiwa

Indonesia Menyapa, Jakarta — Presiden Iran, Masoud Pezeshkian tak takut terhadap sanksi baru Amerika Serikat (AS). Dia menegaskan AS tidak akan mencapai apa pun melalui kampanye sanksi baru untuk meruntuhkan perekonomian Iran tersebut.

“Amerika tidak akan mencapai apa pun melalui tekanan ekonomi pada tahap ini, sebagaimana mereka juga gagal mencapai apa pun dalam perang,” kata Masoud Pezeshkian dilansir kantor berita AFP, Kamis (27/8/2026).

Hampir enam bulan berjalan, perang antara kedua belah pihak berada dalam kondisi jalan buntu. Iran tetap menutup Selat Hormuz dan Washington melanjutkan blokade laut balasan terhadap Iran.

Di bawah tekanan politik dalam negeri akibat dampak konflik tersebut, Presiden AS Donald Trump mengalihkan fokus dari aksi militer ke instrumen ekonomi. Dia memperluas sanksi serta memperingatkan konsekuensi bagi negara-negara yang tidak ikut serta.

Namun Iran, yang telah bertahan dari sanksi selama bertahun-tahun tetap menunjukkan perlawanan, dengan para pejabatnya menyatakan telah menyiapkan rencana dua tahun untuk menghadapi tekanan tersebut.

“Kami akan berdiri teguh melawan tekanan ekonomi, sebagaimana yang telah kami lakukan selama ini dan akan terus kami lakukan,” kata Masoud Pezeshkian.

Juru bicara tentara Iran, Mohammad Akraminia menyampaikan bahwa pihak militer telah memulihkan kemampuan tempurnya yang sempat menurun selama perang, melalui rekonstruksi seluruh sistem persenjataan yang rusak serta impor peralatan baru dari luar negeri.

Diberitakan sebelumnya, Menteri Keuangan AS Scott Bessent bertekad “melumpuhkan ekonomi” Iran dengan memperluas ancaman sanksi. AS juga bertekad mengisolasi ekonomi Iran.

“Di seluruh dunia, tujuan kami adalah memutus setiap jalur kehidupan ekonomi yang menopang rezim tirani ini hingga Teheran terisolasi sendirian,” ujar Bessent kepada para wartawan, Selasa (25/8).

“Kami akan meminta pertanggungjawaban semua pihak, dan ini adalah langkah melumpuhkan ekonomi rezim tersebut,” katanya.

Ia memperingatkan, negara-negara yang tidak bergabung dalam sanksi AS akan ikut merasakan dampak isolasi yang dialami Iran.

Bessent mengungkap, Presiden AS Donald Trump sedang menghubungi para pemimpin dunia untuk meminta mereka menghentikan interaksi dengan Teheran.

Departemen Keuangan menyatakan perluasan sanksi sekunder akan menyasar sektor aset digital, teknologi, emas, penerbangan, dan pelayaran Iran.

Pihaknya juga mengusulkan menjatuhkan sanksi baru terhadap 60 individu, perusahaan, dan kapal yang diduga membantu Iran dalam menghasilkan pendapatan minyak, pengadaan senjata, dan operasi siber.

 

Sumber: Presiden Iran Siap Lawan Sanksi Baru AS: Mereka Tak Akan Capai Apa Pun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *