Indonesia Menyapa, Jakarta — Presiden Prabowo Subianto mengaku menjadi lebih berani saat berada di tengah santri, kiai, dan ulama besar Nahdlatul Ulama (NU).
Hal tersebut diungkapkan Prabowo saat memberikan sambutan dalam acara Mujahadah Kubro Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) di Stadion Gajayana, Malang, Jawa Timur, Minggu (8/2/2026).
“Setiap kali saya muncul di tengah-tengah Nahdlatul Ulama, di tengah-tengah santri-santriwati, di tengah-tengah kiai apalagi ada kiai-kiai besar, ulama-ulama besar di belakang saya, rasanya saya terus jadi lebih berani untuk berbakti, mengabdi dan membela rakyat Indonesia seluruhnya,” kata Prabowo .
Prabowo mengatakan selama satu abad NU hadir sebagai pilar kebesaran bangsa Indonesia.
NU, dikatakan Prabowo, menyelamatkan bangsa setiap kali negara dalam keadaan bahaya.
“Setiap kali negara dalam keadaan bahaya, NU tampil untuk menyelamatkan,” ujarnya.
Prabowo juga menyampaikan dirinya merasa bahagia berada di tengah-tengah NU.
“Saya selalu semangat, karena saya merasakan kesejukan, saya merasakan getaran hati saudara-saudara dan saudari-saudari sekalian,” ucapnya.
Prabowo merasa ada semangat persatuan dan guyub di NU.
Dia pun mengaku takjub dengan semangat emak-emak NU.
“Saya merasakan harapan, saya merasakan harapan atas bangsa negara yang adil. Apalagi tadi, saya merasakan kuatnya tangan emak-emak dari NU ini. Luar biasa kekuatan emak-emak ini,” ujar dia.
PBNU telah menggelar Puncak Harlah ke-100 NU di Istora Senayan, Jakarta, pada 31 Januari 2026.
Acara tersebut dihadiri sejumlah tokoh nasional, di antaranya Mustasyar PBNU Nyai Hj Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Ketua DPD RI Sultan Najamuddin, Menko PMK Pratikno, Menteri Agama Nasaruddin Umar, para duta besar negara sahabat, serta perwakilan PWNU dan PCNU se-Indonesia.
Dalam kesempatan itu, Gus Yahya menegaskan bahwa selama satu abad perjalanan sejarahnya, NU tidak pernah bergeser dari semangat dan idealisme perjuangan.
Sejak berdiri pada 1926, NU memilih Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai basis perjuangan membangun peradaban yang mulia bagi seluruh umat manusia.
“NKRI kita jadikan sebagai kubu perjuangan, sebagai markas perjuangan, untuk membangun peradaban yang mulia bagi seluruh umat manusia,” ujarnya.

