Indonesia Menyapa, Jakarta — Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Ahmad Muzani memberikan tanggapannya terkait Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto yang melarang para kadernya untuk menyerukan dukungan dua periode kepada Presiden ke-8 RI itu.
Muzani menilai larangan seruan dua periode yang dilontarkan Prabowo ini adalah bentuk kerendahan hati.
Menurut Muzani, Prabowo tetap menghargai aspirasi kader-kader muda yang ingin Prabowo menjabat sebagai presiden selama dua periode.
Namun kini Prabowo lebih memilih fokus untuk menjalankan janji-janji kampanyenya.
Terlebih pemerintahannya kini bersama Gibran Rakabuming Raka masih belum genap setahun.
“Beliau rendah hati, beliau andhap asor, beliau menghargai keinginan kader, termasuk kemarin Tunas Indonesia Raya.”
“Akan tetapi beliau ingin agar pemerintahan yang belum setahun ini diberikan kesempatan untuk membuktikan semua janji kampanyenya.”
“Agar beliau bisa berkonsentrasi menjalankan itu dan kami menghargai itu,” kata Muzani dilansir Kompas TV, Senin (19/5/2025).
Gerindra Akan Usung Prabowo di Pilpres 2029
Meski demikian Muzani memastikan bahwa Gerindra akan memilih Prabowo untuk kembali dicalonkan di Pilpres 2029 mendatang.
Hal ini sejalan dengan keputusan yang telah disetujui di Kongres Partai Gerindra.
“Partai Gerindra dari awal sudah pasti bahwa keputusan kongres, kita minta Pak Prabowo untuk maju dan dicalonkan oleh Partai Gerindra dalam Pilpres 2029,” jelas Muzani.
Prabowo Tak Mau Kader Serukan Dua Periode
Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan tak ingin kader-kadernya menyerukan dukungan dua periode sebagai Presiden RI.
Tak hanya itu, Prabowo juga meminta agar seruan dua periode untuknya ini agar disimpan dalam hati para kader saja, tak perlu terus menerus dinyatakan.
Pasalnya menurut Prabowo, keputusan maju tidaknya Prabowo di Pilpres 2029 adalah Tuhan Yang Maha Esa dan dirinya sendiri.
“Ada yang sebut Prabowo dua periode, saya kira saya mau koreksi. Kader-kader muda, saya mau koreksi saudara-saudara. Please tolong jangan sebut seperti itu.”
“Niat itu silakan disimpan dalam hati. Tetapi saya sudah katakan nanti yang menentukan apakah Prabowo dua periode atau tidak, selain Yang Maha Kuasa, Prabowo sendiri,” ungkap Prabowo.
Respons Pengamat
Pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul M. Jamiluddin Ritonga menyebut Prabowo sudah dua kali menegaskan rasa tidak sukanya pada seruan dua periode ini, dalam dua acara yang berbeda.
Jamil pun menilai hal ini merupakan penegasan dari Prabowo dan memberi kesan bahwa Ketum Gerindra itu bukan sosok yang ambisius dalam meraih kekuasaan.
Prabowo juga lebih ingin memberikan bukti pada masyarakat soal keberhasilannya mewujudkan janji-janjinya selama Pilpres 2024 kemarin.
“Bukti bermanfaat itu dengan menunjukkan keberhasilannya dalam mewujudkan janji-janji politiknya melalui program-program yang diklaimnya pro rakyat,” terang Jamil.
Oleh karena itu Jamil menilai Prabowo terkesan risih jika seruan dua periode ini terus digaungkan, disaat program-program Prabowo belum semua dilaksanakan.
“Bagi Prabowo, dukungan semacam itu terlalu dini dan asal bapak senang (ABS),” ujarnya.

