Perkuat Ekonomi Lokal, KUR BRI Berdayakan UMKM

UMKM

Indonesia Menyapa, Sigi — Dalam upaya mendorong pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) meningkatkan usaha, Bank Rakyat Indonesia (BRI) hadir dengan berbagai program. Salah satunya, akses permodalan bunga rendah lewat Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Hari Kesmanto, pemilik usaha perbengkelan di Desa Jono Oge, Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah, menyebut berkat KUR BRI, usaha bengkelnya berkembang pesat. Walau pada awalnya, sempat terpuruk karena dilanda bencana gempa bumi dan likuefaksi 28 September 2018 silam.

Dengan permodalan KUR yang disediakan BRI, kata Hari, usaha bengkel miliknya kembali bangkit dan membantu usahanya berkembang lebih maju. Ia mengaku, melihat program pembiayaan ini lewat media sosial dan memilih untuk mengajukan pinjaman KUR BRI tersebut.

“Kalau meminjam ke tempat lain saya tidak mampu bayar bunganya, dan di KUR BRI ini, saya rasa bunganya sangat terjangkau dan cicilannya juga ringan,” kata Hari, Kamis (27/11/2025).

Dalam jangka waktu lima tahun, Hari telah dua kali menggunakan fasilitas permodalan KUR BRI, dengan pinjaman awal Rp.30 juta dan yang kedua sebesar Rp.40 juta. Ia menyatakan, akan terus memanfaatkan fasilitas permodalan yang disediakan BRI untuk menambah modal usaha bengkelnya.

“Buat kita yang UMKM seperti saya ini, Insya Allah angsurannya sangat terjangkau,” ucapnya.

Hari pun sangat bersyukur dengan perkembangan usaha bengkelnya, lewat fasilitas pinjaman KUR BRI. Ia meniai, BRI Unit Biromaru juga sangat proaktif memantau perkembangan usaha dan membantu nasabah dalam akses permodalan.

Pengawai atau mantri penyalur KUR BRI Unit Biromaru, Kabupaten Sigi, Indah mengungkapkan, masyarakat di wilayah kerjanya merespon positif fasilitas permodalan yang disediakan BRI. Hal ini karena syarat dan akses mudah, tidak adanya agunan (jaminan), serta bunga ringan, yang mendorong banyak pelaku UMKM menggunakan fasilitas permodalan tersebut.

“KUR ini sangat membantu masyarakat, karena banyak nasabah BRI Unit Biromaru ini berasal dari berbagai kalangan seperti mikro kecil, khususnya para pelaku UMKM,” ujar Indah.

Dalam pelaksanaan program, katanya, BRI juga melihat kondisi nasabah, seperti yang mengalami kesulitan karena dampak bencana atau penyakit. Indah menyebut, pihaknya memberikan keringanan berupa relaksasi kredit, sehingga nasabah KUR BRI tidak merasa terbebani dengan pembayaran angsuran.

“Disitulah BRI hadir memberikan dukungan, hingga banyak pelaku usaha yang pernah terpuruk dapat pulih kembali, semua berkat keberadaan KUR BRI,” tutur Indah.

Sementara, Kepala BRI Unit Biromaru, Imelda menjelaskan, berdasarkan data BRI Unit Biromaru, pelaku UMKM yang menjadi nasabah KUR BRI mencapai 2.000 usaha. Hingga November 2025, ujar Imelda, total kredit KUR BRI di wilayah kerjanya mencapai Rp.40 miliar.

“Ini jelas sangat membantu masyarakat dalam meningkatkan modal usaha para pelaku UMKM,” katanya.

Sebagai bank konvensional milik pemerintah, Imelda juga menyebut, BRI Unit Biromaru melakukan sinergi dengan instansi pemerintah daerah setempat. Hal ini dilakukan, demi memberikan sosialisasi dan edukasi mengenai program pembiayaan yang disediakan BRI kepada masyarakat.

Selain itu, pada peristiwa bencana alam yang melanda Kabupaten Sigi pada 2018 silam, pihak BRI juga melakukan penangguhan pembayaran kredit nasabah selama tiga tahun. Hal tersebut, sebagai bentuk dukungan BRI dalam upaya pemulihan perekonomian masyarakat pasca bencana bagi nasabah terdampak.

 

Sumber: RRI.co.id – Perkuat Ekonomi Lokal, KUR BRI Berdayakan UMKM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *