Pengakuan Mahasiswa yang Bertemu Gibran dan Demo Emak-emak Pendukung MBG Terima Uang

Peristiwa

Indonesia Menyapa, Jakarta — Kabar ‘tak sedap’ muncul dari unjuk rasa sejumlah kalangan di Jakarta.

Seperti diketahui dalam beberapa hari  terakhir sejumlah unsur masyarakat baik mahasiswa dan non-mahasiswa berunjuk rasa menyikapi kondisi  terkini bangsa.

Namun dalam unjuk rasa itu mengemuka dugaan diantara para pengunjuk rasa menerima bayaran.

 

Pengakuan mahasiswa yang bertemu Wapres Gibran

Di media sosial beredar narasi perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Bung Karno (BEM UBK) diduga menerima uang usai bertemu dengan Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka di Istana Wapres Jakarta pada Senin (15/6/2026) lalu.

Total ada 15 orang mewakili mahasiswa bertemu dengan mantan Wali Kota Solo itu di Istana Wakil Presiden (Wapres), Jakarta.

Selain UBK, mahasiswa yang bertemu Gibran berasal dari Universitas MH Thamrin dan Universitas Terbuka (UT).

Cuplikan video tersebut viral di mana salah satunya beredar di Threads melalui unggahan dari akun @arisaaori.

Dalam video itu ada salah satu mahasiswa yang diduga merupakan perwakilan BEM UBK mengakui menerima uang sebesar Rp2 juta.

Dia juga menyebut bahwa Wakil Ketua BEM FH UBK, Rafly Maulana Akbar, menerima uang namun  tidak mengetahui pasti nominal uang yang diterima tersebut.

“Saya menerima Rp2 juta. Wakil Ketua BEM FH (UBK) sepengetahuan saya menerima. Kalau nominalnya, saya kurang tahu,” katanya.

Pada video tersebut, tampak ratusan mahasiswa terus mencecar dan meneriaki terduga pelaku.

Kemudian, dalam video lain, ada mahasiswa lain yang  turut mengaku telah menerima uang sebesar Rp2,5 juta.

Selanjutnya, ada pula video yang memperlihatkan Ketua BEM FH UBK, Muhamad Abdi Maludin yang mengaku salah telah menerima uang bersama perwakilan mahasiswa lainnya.

“Saya ngaku salah dan mohon maaf pada kalian semua,” katanya di depan ratusan mahasiswa dan pria yang diduga adalah dosen UBK.

Hingga berita ini diterbitkan, belum diketahui pihak yang diduga memberikan uang kepada perwakilan BEM UBK tersebut.

 

Emak-emak demo ngaku terima uang

Kemarin, Senin (22/06/2026), sejumlah emak-emak melakukan aksi demonstrasi mendukung program makan bergizi gratis (MBG) di kawasan Monas tepatnya di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat.

Mereka membawa sejumlah atribut, mulai dari poster hingga setangkai bunga mawar dalam genggaman masing-masing.

Saat aksi demo dimulai, para emak-emak ini mendapat wajan baru yang dibagi cuma-cuma.

Selain itu ada pula roti, susu, dan buah-buahan untuk mereka konsumsi.

Yuyun, salah seorang warga Jakarta Timur yang ikut demo, juga mengaku mendapat uang saku senilai Rp100 ribu.

“Ongkos ada lah buat jajan. Seratus lah,” ungkap Desy saat baru tiba di lokasi bersama rekan-rekannya.

Desy mengaku mendukung program MBG sebab anaknya merupakan bagian dari penerima.

“Semenjak ada MBG, anak saya jadi gemuk, sehat, pintar. Harapannya lebih bagus lagi, meningkat,” tutur Yuyun.

Polemik MBG (Makan Bergizi Gratis) mencuat karena program unggulan Presiden Prabowo ini terseret kasus korupsi, keterlambatan distribusi, dan dugaan jadi rebutan proyek dapur oleh elite politik.

Publik mempertanyakan transparansi, efektivitas, serta keberlanjutan program yang seharusnya fokus pada gizi anak sekolah.

Beberapa hari terakhir mahasiswa di sejumlah daerah termasuk di Jakarta menyuarakan penghentian program MBG.

 

Sumber: Pengakuan Mahasiswa yang Bertemu Gibran dan Demo Emak-emak Pendukung MBG Terima Uang – TribunNews.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *