Pemulihan UMKM Pascabencana Sumatera Tunjukkan Progres Nyata

UMKM

Indonesia Menyapa, Jakarta — Menteri UMKM Maman Abdurrahman menyatakan pemulihan pelaku UMKM terdampak bencana di Sumatra menunjukkan perkembangan positif. Sejumlah langkah intervensi pemerintah dinilai efektif mendorong peningkatan aktivitas usaha di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

“Kementerian UMKM terus memastikan roda ekonomi di tiga provinsi ini kembali bergerak agar pelaku UMKM dapat segera bangkit dan produktif. Untuk itu Kementerian UMKM telah meluncurkan layanan Klinik UMKM Bangkit,” kata Maman lewat keterangannya, Kamis, 19 Februari 2026.

Program Klinik UMKM Bangkit memberikan pendampingan terpadu. Yakni mencakup akses pembiayaan, dukungan produksi, hingga perluasan pemasaran bagi pelaku usaha terdampak.

Dalam memperluas akses pasar, Kementerian UMKM menggandeng sejumlah platform digital untuk membuka kanal khusus produk UMKM provinsi terdampak. Sejak diluncurkan pada pertengahan Januari 2026, nilai penjualan tercatat meningkat 27,5 persen.

Hingga 11 Februari 2026, tercatat 3,5 juta transaksi terhadap 2.128 item produk dari 2.059 pelaku UMKM. Produk yang paling diminati meliputi fesyen, makanan olahan, kerajinan tangan, serta produk kecantikan.

Secara rinci, transaksi di Sumatera Barat mencapai 2 juta, disusul Sumatera Utara sebesar 1,35 juta transaksi. Sementara itu, Aceh mencatatkan 16,8 ribu transaksi, yang menunjukkan sebagian pelaku usaha mulai kembali berproduksi.

“Namun memang beberapa UMKM masih menghadapi kendala operasional. Tapi kami akan tetap mengupayakan,” ucap Maman.

Di sektor pembiayaan, pemerintah bersama perbankan melakukan pemetaan terhadap 201.953 debitur Kredit Usaha Rakyat (KUR) terdampak di tiga provinsi. Dengan total outstanding mencapai Rp12,19 triliun.

Para debitur mendapatkan berbagai kemudahan. Mulai dari penurunan suku bunga, masa tenggang (grace period), restrukturisasi pinjaman, relaksasi agunan tambahan, hingga peluang akses KUR baru.

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan Bantuan Presiden (Banpres) Rehabilitasi Usaha Mikro sebesar Rp3 juta bagi 200 ribu pelaku usaha mikro terdampak. Program ini dilaksanakan melalui koordinasi lintas kementerian dan pemerintah daerah.

“Pelaku UMKM yang belum tersentuh layanan perbankan harus mendapat perhatian khusus. Hal ini agar pemulihan berjalan inklusif dan merata,” ujar Maman.

Sementara, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyampaikan mayoritas pasar rakyat dan unit usaha telah kembali beroperasi. Di Aceh, 99 dari 116 pasar rakyat telah aktif, sementara seluruh pasar di Sumatera Utara dan Sumatera Barat telah berfungsi normal.

“Pasar dan UMKM menjadi indikator utama pergerakan ekonomi daerah. Ketika keduanya kembali hidup, maka harapan pemulihan ekonomi masyarakat semakin kuat,” ujar Tito.

 

Sumber: RRI.co.id – Pemulihan UMKM Pascabencana Sumatera Tunjukkan Progres Nyata

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *