OpenAI Mau Hapus Aplikasi di Smartphone, Diganti AI Agent?

AI

Indonesia Menyapa, Jakarta — OpenAI disebut-sebut tengah mengembangkan smartphone masa depan yang bisa mengubah cara kita menggunakan ponsel. Bukan sekadar upgrade fitur, pendekatan yang diusung bahkan disebut berpotensi “menghapus” aplikasi seperti yang kita kenal saat ini.

Kabar ini pertama kali diungkap analis ternama Ming-Chi Kuo. Dalam laporannya, OpenAI diklaim sedang merancang perangkat dengan pendekatan baru: semua interaksi pengguna akan berbasis tugas, bukan lagi aplikasi.

Alih-alih membuka aplikasi satu per satu, pengguna nantinya cukup memberi perintah-dan sistem akan mengerjakannya secara otomatis.

 

Tanpa Aplikasi, Diganti “Agent”

Dalam konsep yang disebut “agentic AI”, smartphone OpenAI tidak lagi mengandalkan antarmuka berbasis app. Sebagai gantinya, perangkat akan menggunakan sistem “task stream”, yakni tampilan yang langsung berisi daftar tugas dan aktivitas pengguna.

Misalnya, ketika ingin memesan makanan, pengguna tidak perlu membuka aplikasi tertentu. Cukup beri instruksi, dan sistem akan memilih layanan, memproses pembayaran hingga memantau pengiriman.

Semua dijalankan oleh “agent” yang bekerja di belakang layar secara otomatis.

Pendekatan ini dianggap sebagai evolusi dari asisten digital saat ini, yang selama ini masih terbatas pada perintah sederhana.

 

OpenAI
Konsep smartphone OpenAI Foto: GSM Arena

 

Chipset Custom untuk Otak Perangkat

Untuk mewujudkan konsep tersebut, OpenAI tidak main-main. Mereka dikabarkan menggandeng MediaTek dan Qualcomm untuk mengembangkan chipset khusus.

Chipset ini dirancang agar mampu menjalankan pemrosesan AI langsung di perangkat (on-device), tetap hemat daya, dan efisien dalam mengelola memori.

Sementara itu, produksi dan desain hardware disebut akan melibatkan Luxshare Precision sebagai mitra utama.

Dengan kombinasi ini, perangkat bisa membagi beban kerja antara pemrosesan lokal dan cloud, sehingga performa tetap optimal tanpa menguras baterai.

 

AI Selalu Aktif, Pahami Pengguna

Salah satu hal paling menarik dari bocoran ini adalah kemampuan perangkat untuk “selalu memahami konteks pengguna”.

Artinya, sistem akan terus aktif di latar belakang untuk mempelajari kebiasaan pengguna, memahami kebutuhan secara real-time, dan memberikan bantuan tanpa harus diminta.

Konsep ini membuka kemungkinan pengalaman yang jauh lebih personal, tetapi juga memunculkan pertanyaan soal privasi dan keamanan data.

 

Bagian dari Ambisi Hardware OpenAI

Proyek smartphone ini disebut bukan langkah tunggal. Sebelumnya, OpenAI telah mengakuisisi startup “io” milik desainer legendaris Jony Ive.

Bersama CEO Sam Altman, mereka disebut ingin membangun “keluarga perangkat” berbasis AI. Rumor lain bahkan menyebut kemungkinan hadirnya perangkat seperti AI pen, earbuds pintar, hingga smart speaker.

Smartphone menjadi target utama karena perangkat ini memiliki akses paling luas terhadap data kontekstual pengguna-mulai dari lokasi, kebiasaan, hingga aktivitas harian.

 

OpenAI
Jony Ive dan Sam Altman ingin membangun sebuah ”family of device” Foto: GSM Arena

 

Menurut Kuo, smartphone ini diperkirakan baru masuk tahap produksi massal sekitar 2028. Spesifikasi final dan rantai pasoknya kemungkinan baru akan dipastikan pada 2026-2027.

Meski masih berupa rumor, dampaknya sudah terasa. Laporan menyebut saham Qualcomm sempat melonjak signifikan setelah kabar ini mencuat.

Jika benar terwujud, langkah OpenAI ini berpotensi mengguncang dominasi pemain besar seperti Apple dan Samsung di pasar smartphone premium.

Apakah era aplikasi benar-benar akan berakhir dan digantikan oleh sistem berbasis agent? Untuk saat ini, semuanya masih sebatas spekulasi. Namun satu hal jelas: arah masa depan smartphone mulai berubah, demikian dilansir dari GSM Arena.

 

Sumber: OpenAI Mau Hapus Aplikasi di Smartphone, Diganti AI Agent?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *