Indonesia Menyapa, Jakarta — Aktor Nicholas Saputra bersuara tentang kondisi alam Indonesia. Dia membagikan dua foto yang diambil sendiri melalui kameranya.
Dalam akun Instagram pribadinya, aktor kelahiran 24 Februari 1984 itu memperlihatkan foto saat berada di Aceh dan Pontianak.
Saat berada di Tenge Besi, Aceh, pada 9 Januari 2026 Nicholas mengingat peristiwa apa yang terjadi.
“Foto pertama saya ambil tanggal 9 januari 2026, di Tenge Besi, Aceh, sebulan lebih setelah terjadi banjir bandang dan longsor di 3 Provinsi di Sumatera,” tulisnya dilihat dari laman Instagram pribadinya, Jumat (23/10/2026).
Dia juga memperlihatkan hasil jepretannya saat berada di Bandara Supadio, Pontianak. Saat itu, ia melihat langsung kebakaran lahan yang terjadi gak jauh dari bandara.
“Foto kedua saya ambil tanggal 18 Agustus 2026, di bandara Supadio, Pontianak, Kalimantan Barat. Terlihat kebakaran lahan yang sangat dekat dengan bandara, di mana asapnya sudah menyelimuti udara sejak sebulan sebelumnya,” tuturnya.
“Sampai hari ini Aceh belum sepenuhnya pulih, kebakaran hutan dan lahan masih terjadi di Kalimantan, Sumatera, Papua, dan wilayah lain di Indonesia. Kehidupan masyarakat terganggu, termasuk anak anak yang harus menghirup kabut asap selama berbulan-bulan,” sambung bintang film Tukar Takdir itu.
Nicholas menyoroti dua kejadian yang tertangkap dalam jepretan kamera adalah bencana ekologis. Dirinya juga menyoroti adanya alarm dari alam yang menunjukkan gak baik-baik saja.
“Keduanya adalah bencana ekologis yang sebenarnya bisa dimitigasi. Alam dan science sudah memperingatkannya. Alarmnya sering berbunyi, namun tombol snooze kerap ditekan,” katanya.
“Kalau hutan rusak, siapa yang menanggungnya?” tukas Nicholas bertanya.
Hingga saat ini masih terjadi kebakaran hutan dan lahan di beberapa titik Indonesia. Bahkan kabut asap gak cuma menyelimuti daerah titik terjadinya karhutla, tapi juha disebut sudah sampai ke negara tetangga.
Sumber: Nicholas Saputra Soroti Bencana Ekologis Ketika Karhutla Gak Kunjung Padam

