Jogja Expo 2026 Bidik Perputaran Ekonomi Haji dan Umrah untuk UMKM

UMKM

Indonesia Menyapa, Yogyakarta — Kementerian Haji dan Umrah menggelar Jogja Expo 2026 untuk memberikan kemanfaatan ekonomi bagi masyarakat terutama pelaku UMKM. Mengusung semangat Membangun Ekosistem Haji & Umrah Daerah Istimewa Yogyakarta: Kreatif, Inovatif, Back to Basic, gelaran ini berlangsung di Jogja Expo Center (JEC) 23-25 Oktober 2026.

Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf mengatakan, Jogja Expo 2026 ini merupakan gelaran keempat yang digelar selama dua bulan terakhir, di mana sebelumnya telah berlangsung di Madiun, Denpasar, dan Gowa. Menurutnya, hadirnya expo ini menjadi pelaksanaan amanat Presiden, agar perputaran uang haji maupun umrah yang diperkirakan sekitar Rp80 triliun bisa dirasakan masyarakat terutama para pelaku UMKM.

“Alhamdulillah tadi saya dapat laporan sudah ada penandatanganan kerja sama, sudah ada semacam kontrak awal untuk bisa saling mengisi, dan awalnya sekitar 1 miliar. Padahal belum mulai, nanti mudah-mudahan sampai hari Ahad nanti bisakan jauh lebih besar,” katanya, di sela pembukaan Jogja Expo, Jumat, 23 Oktober 2026.

Dirjen Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah, Jaenal Effendi dalam laporannya menjelaskan, Yogyakarta dipilih sebagai tuan rumah yang keempat karena memiliki kekhasan dan keunggulan komparatif tersendiri, yaitu sebagai pusat industri kreatif, kerajinan, dan fashion muslim, termasuk menjadi destinasi wisata internasional. Dijelaskannya, Jogja Expo 2026 diikuti 121 pelaku UMKM, dan diharapkan selama tiga hari pelaksanaan bisa terjadi transaksi hingga puluhan miliar rupiah.

“Kegiatan ini mencerminkan komitmen kita semua untuk melahirkan produk UMKM yang kreatif dan bernilai tambah tinggi, menguatkan inovasi rantai pasok digital, serta kembali pada prinsip dasar back to basic bahwa seluruh pengembangan ekonomi ini didedikasikan untuk peningkatan mutu layanan dan kemaslahatan jemaah haji dan umrah Republik Indonesia,” katanya, menyampaikan.

Jaenal menyebutkan, target jumlah pengunjung pada Jogja Expo UMKM dan Ekosistem Haji dan Umrah 2026 ini akan dihadiri kurang lebih 15.000 orang. Disamping itu ada 130 pelaku UMKM yang akan dikurasi untuk mengikuti temu bisnis (business matching).

“Secara umum kegiatan ini memiliki beberapa tujuan, yang pertama ingin kami sampaikan bahwa kegiatan ini dalam rangka mengakselerasi produk UMKM ekonomi kreatif dan kuliner yang ada di DIY agar dapat menembus rantai pasok layanan haji dan umrah nasional maupun internasional di Saudi Arabia,” katanya, menambahkan.

Sementara itu, Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X mengharapkan, Jogja Expo 2026 ini bisa melahirkan kemitraan yang berkelanjutan, memperluas peluang UMKM Yogyakarta memasuki rantai pasok global, sekaligus memperkuat tata kelola pelayanan haji dan umrah yang semakin bermartabat. Menurutnya, keberhasilan sebuah ekosistem ekonomi pada akhirnya ditentukan oleh kemampuannya menghadirkan manfaat yang nyata.

“Ketika pelayanan semakin baik, usaha kecil semakin berdaya, dan kesejahteraan semakin merata, di situlah pertumbuhan menemukan nilai kemanusiaannya. Semoga dari Yogyakarta, ikhtiar ini menjadi bagian dari perjalanan besar membangun ekonomi umat yang berkeadilan, berdaya saing, dan membawa keberkahan bagi kehidupan bersama,” ujarnya.

 

Sumber: Jogja Expo 2026 Bidik Perputaran Ekonomi Haji dan Umrah untuk UMKM – RRI.co.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *