Indonesia Menyapa, Jakarta — Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyatakan pihaknya menargetkan sebuah kapal kargo yang mencoba melintasi Selat Hormuz dengan menggunakan ‘rute tidak resmi’. Kapal tersebut dilaporkan terbakar usai diserang militer Iran tersebut.
Dilansir Al Jazeera, Selasa (13/10/2026), Angkatan Laut IRGC menyatakan dalam sebuah pernyataan yang diterbitkan di platform Sepah News milik mereka bahwa “sebuah supertanker terkena serangan di Selat Hormuz dan terbakar”.
Kapal itu disebut mencoba berlayar melintasi wilayah tersebut dengan “mematikan transponder” dan “mengabaikan peringatan dari Angkatan Laut Garda Revolusi”.
Komandan angkatan laut IRGC, Ali Ozmaei sebelumnya memperingatkan bahwa setiap kapal yang mematikan transpondernya untuk menghindari deteksi saat melintasi selat tersebut akan dianggap “bermusuhan” dan menghadapi tindakan balasan yang “keras”.
Badan maritim Inggris, UKMTO, juga melaporkan empat insiden terpisah terkait kapal-kapal yang diserang di Selat Hormuz pada hari Senin.
Sementara itu, Pimpinan IRGC memperingatkan tidak ada campur tangan asing di Selat Hormuz. Komandan tertinggi Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran, Mayor Jenderal Ahmad Vahidi, menyatakan bahwa kekuatan di luar kawasan tidak memiliki hak untuk mencampuri urusan di Selat Hormuz.
“Tidak ada kekuatan luar kawasan yang berhak mengancam, mempertahankan kehadiran hegemonik, atau mencampuri urusan di Selat Hormuz dan Teluk Persia,” ujar Vahidi dalam sebuah pernyataan.
Sumber: Kapal Supertanker Terbakar Usai Diserang Iran saat Coba Lewati Selat Hormuz

